Sukses

China Kembali Cetak Miliarder Baru dari Dunia Teknologi, Siapa Dia?

Liputan6.com, Jakarta China kembali melahirkan orang terkaya atau miliarder baru. Chu Jian (57 tahun), menyandang predikat miliarder usai perusahaannya Zhejiang Supcon Technology melantai di pasar saham.

Saham dari perusahaan yang bergerak di bidang informasi teknologi serta penyedia otomatisasi produk ini melonjak menjadi 108,62 yuan. Dengan harga IPO 35,73 di Bursa Efek Shanghai.

Sontak, Pendiri perusahaan Supcon, Chu Jian menuai keberuntungan dan menjadi miliarder baru. Jian tercatat memiliki saham senilai USD 1,6 miliar.

Menurut prospektus Supcon, Intel dan juga Sinopec Capital sama-sama memiliki porsi saham sebesar 4,95 persen di perusahaan tersebut, seperti melansir Forbes, Kamis (26/11/2020).

Chu sendiri lulus dengan memegang gelar doktor dari Universitas Zhejiang pada tahun 1989. Adiknya sendiri, Chua Min, sekarang ini menjabat sebagai ketua dari Supcon.

Sebelumnya, Pengusaha Huang Jinfeng juga bergabung dalam jajaran miliarder dunia, usai startup kecantikan dan e-commerce miliknya, Yatsen Holding melantai di bursa saham Amerika Serikat.

Saham perusahaan asal Guangzhou yang memegang berbagai merek kosmetik kecantikan seperti Perfect Diary, Little Ondine dan Abby's Choice, melonjak 75 persen dalam debut perdagangannya di New York Stock Exchange.

Perusahaan berhasil mengumpulkan sebanyak USD 617 juta melalui IPO perdana ini, dan membawa nilai valuasi pasar melonjak jadi USD 7,8 miliar.

Menurut laporan Forbes, miliarder co Founder sekaligus CEO, Huang Jinfeng (37 tahun), sekarang ini memiliki total kekayaan sekitar USD 3 miliar  (Rp 42,5 triliun). Harta ini antara lain berasal dari 25 persen kepemilikan saham di perusahaannya sendiri.

Didirikan empat tahun yang lalu, Yatsen sekarang telah berhasil menjadi produsen produk kecantikan paling menonjol di China. Itu hasil dari harga yang kompetitif serta strategi media sosial yang cerdas.

Di mana, distributor hanya menjual produk seperti eye shadow seharga USD 4,5 dan eyeliners dengan menyasar pasar demografi konsumen anak muda.

Perusahaan ini pun juga bekerjasama dengan selebriti dan influencer untuk memasarkan produk-produknya di berbagai peron media sosial seperti, Douyin dan Sina Weibo yang mirip seperti media sosial Twitter.

 

Reporter: Yoga Senjaya Putra

 

 

2 dari 3 halaman

Mengenal Chuck Feeney, Miliarder AS yang Hibahkan Seluruh Harta untuk Amal

Chuck Feeney merupakan miliarder Amerika Serikat (AS) yang merupakan salah satu pendiri Duty Free Shoppers (DFS). Perusahaan ini menjual barang mewah yang bebas bea di bandara di seluruh dunia.

dikutip dari dailystar.co.uk, Rabu (25/11/2020), selama kurang lebih 60 tahun, ia mampu menumpuk harta lebih dari USD 8 miliar atau kurang lebih Rp 113,35 triliun (estimasi kurs 14.169 per dolar AS). Harta tersebut dari keuntungan Duty Free Shoppers.

Namun pada hari ini, harta tersebut mungkin hanya tinggal tersisa USD 2 juta atau Rp 28,33 miliar saja.

Chuck Feeney saat ini berusia 89 tahun. Saat ini dirinya tidak peduli dengan uang yang ia miliki karena menurutnya harta tersebut tidak akan dibawa saat sudah tiada nanti.

Dari pemikiran tersebut, Chuck Feeney memutuskan untuk menghibahkan sebagian besar atau bahkan hampir seluruh kekayaannya kepada badan amal. Hartanya tersebar di berbagai lembaga amal.

Terhitung sejak 1980, Chuck telah membagikan lebih dari USD 8 miliar kepada badan amal, universitas, dan yayasan filantropi di seluruh dunia. Dia juga telah menyumbang untuk organisasi yang mencoba menyembuhkan perpecahan politik dan agama di Irlandia Utara dari kelompok yang coba melakukan modernisasi sistem kesehatan Vietnam.

Tidak seperti banyak donatur lainnya, Chuck melakukannya secara diam-diam.

Buku baru yang berjudul Conor O’Clery, The Billionaire Who Wasn’t: How Chuck Feeney Secretly Made and Gave Away a Fortune, mengungkapkan kisah Chuck Feeney yang menakjubkan itu.

Chuck berkata, “Pemberian kita didasarkan pada peluang, bukan rencana untuk bertahan dalam bisnis dalam waktu yang lama.”

Kisah Chuck tersebut tentu sangat bisa menginspirasi orang-orang kaya lain untuk mengikutinya. Dari kisah tersebut, Bill Gates dan Warren Buffet akhirnya meluncurkan sebuah organisasi Giving Pledge pada tahun 2010. Organisasi tersebut dibentuk karena terinspirasi dari kemurahan hati Chuck yang luar biasa.

The Give Pledge memiliki tujuan untuk membujuk orang-orang terkaya di dunia guna memberikan setidaknya setengah dari kekayaan mereka sebelum datang kematian. Warren berkata, “Chuck adalah sosok yang menjadi inspirasi bagi Giving Pledge.”

“Dia adalah teladan bagi kita semua. Dia juga mengatakan kepada saya bahwa kita harus mendorong seseorang untuk memberi tidak hanya 50%, tetapi sebanyak mungkin selama masih hidup.”

“Tidak ada yang bisa menjadi contoh yang lebih baik dari Chuck. Sudah banyak orang yang berbicara kepada saya tentang Chuck Freeney yang akhirnya bisa menginspirasi mereka. Benar-benar luar biasa.”

 Reporter : Aprilia Wahyu Melati

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini