Sukses

Bill Gates Akui Pernah Iri pada Steve Jobs

Liputan6.com, Jakarta - Bill Gates saat ini dikenal sebagai ikon teknologi ternama sekaligus orang terkaya kedua di dunia. Rasanya tak mungkin jika pendiri Microsoft tersebut dapat merasa iri pada orang lain.

Namun kenyataannya, seperti yang diungkapkan Gates dalam sebuah wawancara dengan podcast Armchair Expert, ia merasa iri pada kharisma legendaris Steve Jobs. Jobs saat itu merupakan teman sekaligus pesaingnya di industri pengembangan teknologi.

Gates mengatakan, Jobs merupakan sosok yang sangat jenius dengan bakat menarik yang alami sebagai pemimpin, yang ia harapkan bisa ada pada dirinya juga.

"Dia seperti seorang penyihir saat memotivasi orang lain, saya dapat melihatnya memilih 'mantra-mantra' dan kemudian saya akan melihat reaksi orang yang mendengarkannya dan melihat mereka semua terpukau (oleh kata-kata Jobs)," terang Bill Gates seperti dikutip dari laman CNBC, Jumat (28/8/2020).

"Saya sangat iri. Jobs seorang jenius," imbuh Gates.

Suami dari Melinda Gates ini juga mengaku sangat kagum melihat pengalaman karier Jobs. Tentang Jobs yang mendirikan Apple pada 1976 tapi dipaksa keluar pada 1985 setelah perebutan kekuasaan dengan CEO John Sculley, tapi berhasil kembali ke Apple pada 1997. Yang membuat Gates terus kagum adalah Jobs menginspirasi perusahaan menjadi lebih baik dan mengeluarkan produk-produk hebat seperti iMac, iPod dan iPhone.

Gates menyebut kembalinya Jobs ke Apple sebagai sikap yang sangat fenomenal. Meski akhirnya Jobs meninggal karena kanker pankreas pada 2011.

"Dan Apple tak mungkin seperti sekarang tanpa Jobs. Maksud saya, Apple dulu hampir tumbang (sebelum Jobs kembali)," ujarnya.

Menurut Bill Gates, tak ada ang bisa melakukan apa yang dilakukan Jobs pada Apple. Dia mengaku tak akan bisa melakukannya dan tak ada orang lain yang bisa.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Natural

Jobs juga dikenalnya sangat natural dalam berbicara di depan umum. Yang justru berkebalikan dari sifat Gates. Jobs juga selalu memilih-milih kata yang tepat untuk memotivasi para karyawannya.

Pendiri Microsoft itu berharap dapat memiliki kemampuan Jobs dalam menghipnotis para penonton yang mendengarkannya, agar ia dapat meraih lebih banyak dukungan untuk berbagai kampanyenya melalui Bill and Melinda Gates Foundation.

"Saya harap saya dapat seajaib itu karena saya ingin lebih berdampak pada orang lain dan memastikan orang tidak mengabaikan saya," tandasnya.