Sukses

Imbas Pandemi Corona, Emirates Bakal PHK 30 Ribu Pegawai

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai raksasa dunia Emirates mengumumkan akan memangkas sejumlah pekerja sebagai buntut dari dampak finansial akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Dua pekan lalu, perusahaan menyatakan tengah mempertimbangkan rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 30 ribu pekerjaan, atau mengurangi jumlah pegawai hingga sekitar 30 persen.

Meskipun rincian pemutusan hubungan kerja tersebut belum diumumkan ke publik, namun dikatakan bahwa sekitar 180 pilot yang mengikuti pelatihan Airbus A380, serta 400 awak kabin yang sedang dalam masa percobaan telah dilepaskan.

Seperti dilansir Airline Geeks, Rabu (3/6/2020), maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab tersebut mengatakan, situasi saat ini memaksa mereka untuk mengambil tindakan untuk mempertahankan operasi bisnisnya selama beberapa bulan ke depan.

Emirates mengindikasikan bahwa ini merupakan fase pertama dari skenario PHK, dan banyak pemangkasan tenaga kerja akan menyusul ke depan jika hasil reevaluasi menunjukan hal itu penting untuk melindungi maskapai secara finansial.

"Meskipun kami tetap berusaha mempertahankan mitra kerja saat ini, kami mengkaji segala skenario yang memungkinkan untuk melangsungkan operasi bisnis kami. Kami sampai pada kesimpulan, yang sangat disayangkan harus mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa orang hebat yang pernah bekerja untuk kami," ungkap salah seorang juru bicara Emirates.

 

2 dari 3 halaman

Keputusan Sulit

Menurut juru bicara tersebut, Emirates disebutnya tidak menganggap enteng kejadian ini, dan telah berupaya semampunya untuk melindungi seluruh pekerja.

"Saat kita dipaksa untuk mengambil keputusan sulit, kami akan memperlakukan orang dengan adil dan hormat. Kita akan bekerja dengan pegawai yang terkena dampak untuk memastikan mereka diperlakukan dengan sebaik mungkin," paparnya.

 

3 dari 3 halaman

Langkah Dramatis

Lewat konfirmasi tersebut, Emirates kini bergabung ke dalam kelompok maskapai yang harus mengambil langkah dramatis untuk menyelamatkan bisnisnya.

Merujuk pada pernyataan CEO Emirates, pandemi Covid-19 akan berdampak besar pada kinerja perusahaan di laporan keuangan tahunan selanjutnya. Maskapai juga memperkirakan butuh waktu setidaknya 18 bulan sebelum permintaan terbang dari penumpang kembali normal.