Sukses

KAI Pastikan Tak Pangkas Biaya Investasi Proyek LRT Jabodebek

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan proyek LRT Jabodebek tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini ditegaskan seiring adanya pemangkasan belanja modal (capex) 2020 perseroan sebesar Rp 3,5 triliun.

Pemangkasan belanja modal ini sebagai dampak dari keuangan perusabaan yang tertekan akibat minimnya pendapatan akibat pandemi covid-19. Untuk 2020, belanja modal KAI didominasi untuk proyek LRT Jabodebek yang mencapai Rp 6,9 triliun.

Pada tahun anggaran 2020, KAI sebelumnya telah menganggarkan belanja modal Rp 12 triliun. Dengan adanya pemotongan ini, maka belanja modal hanya tinggal di kisaran Rp 9 triliun.

"Capex LRT tidak dipotong, jadi progres masih oke," kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo kepada Liputan6.com, Senin (1/6/2020).

Didiek menegaskan, kalaupun ada pengaruh sebagai dampak dari covid-19, itu hanya bersifat minim dan tak mengubah target penyelesaian pada Desember 2021.

"Pengaruh di konstruksi LRT yang dikerjakan oleh Adhi Karya. Target penyelesaian diharapkan tetap sesuai jadwal," tegas dia.

2 dari 2 halaman

Tarif LRT Jabodebek Bisa Kurang dari Rp 12 Ribu

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan tarif LRT Jabodebek tahap I berpeluang lebih murah lagi. Saat ini, tarif LRT Jabodebek dibanderol Rp 12 ribu per tiket.

"Tarif sementara perhitungannya Rp 12 ribu tapi nanti kita melakukan suatu justifikasi menjelang operasional," tuturnya di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Menhub Budi menjelaskan, pihaknya masih melihat beberapa pertimbangan kemungkinan untuk tarif LRT Jabodebek tahap I dapat turun kembali.

"Pertimbangan bisa juga asumsi jumlah penumpang, atau kalau ada cost tertentu, atau sebaliknya ada pendapatan yang besar sehingga bisa diturunkan, nanti kita lihat justifikasinya pada akhir operasional," ujarnya.

Saat ini, progres keseluruhan LRT Jabodebek telah mencapai 67,3 persen yang terdiri dari jalur lintas Cawang-Cibubur 86,2 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 58,3 persen dan lintas Cawang-Bekasi Timur 60,5 persen.

Adapun pembangunan proyek LRT Jabodebek tahap I ditargetkan rampung dan dapat beroperasi pada 2021.