Sukses

Hotel dan Mal Sepi Pengunjung Turunkan Konsumsi Listrik

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan selama masa pandemi Virus Corona terjadi penurunan konsumsi listrik sektor bisnis. Kondisi tersebut terutama terjadi karena sebagian besar hotel dan mal sepi pengunjung.

"Golongan bisnis itu mal dan hotel kan semuanya turun, tidak ada penghuninya tidak ada pendatangnya. Sudah pasti turun (konsumsinya)," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Rida mengatakan, pihaknya tengah menghitung berapa kemungkinan kelebihan pasokan atau oversupply listrik milik PLN. Meski ada penurunan konsumsi untuk bisnis, terdapat lonjakan penggunaan listrik untuk perumahan.

"Ada kenaikan di sektor lainnya. Tapi ini yang sedang kita pantau dan kita hitung, termasuk untuk PLN misalnya akan menanggung oversupply karena tidak ada yang pakai. Gimana dengan ketentuan yang disepakati dengan para IPP itu sedang kita kaji karena pengaruhnya tidak hanya ke orang," paparnya.

Selain mengkaji dampak kelebihan pasokan listrik, Kementerian ESDM juga berencana mengkoreksi subsidi. Dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai koreksi tersebut namun strategi bisnis PLN akan disesuaikan dengan aturan yang telah ditetapkan.

"Ini sedang kita koreksi termasuk ke subsidinya juga. Ini baru Maret kan Perppunya, apa yang bisa kita lakukan adalah memantau dan menganalisa kemudian menyusun kebiakan yang tepat yang berhubungan dengan ekonomi kita secara nasional," tandasnya.

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Pelanggan Industri Juga Bakal Dapat Diskon Tarif Listrik

Pemerintah merilis kebijakan untuk memberi subsidi pada listrik kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA. Rinciannya, pelanggan 450 VA akan digratiskan selama 3 bulan dan pelanggan 900 VA mendapat diskon 50 persen.

Subsidi ini akan diberikan terhitung efektif mulai April hingga Juni 2020. Langkah pemerintah memberikan subsidi ini untuk meringankan beban masyarakat dari dampak Corona. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menjelaskan, kemungkinan besar keringanan tarif listrik ini tidak hanya diberikan untuk pelanggan rumah tangga saja, Namun, ada potensi untuk diperluas untuk pelanggan sektor industri dan UMKM.

"Terus terang, tadi saya berkomunikasi dengan salah satu deputi Kementerian Perekonomian, sepertinya akan dikeluarkan lagi semacam stimulus yang isinnya termasuk diantaranya adalah untuk sektor industri," ujarnya dalam video konverensi, Rabu (1/4/2020).

Namun demikian, Rida belum bisa memastikan memastikan tindak lanjut dari rencana pemberian diskon listrik untuk sektor industri dan UMKM. Ia mengatakan bahwa saat ini sedang dalam kajian dan evaluasi. Sebab situasi saat ini sedang tidak menentu.

"Kami mohon maaf, masih kita kaji. Karena dinamika ke depannya juga kita belum tau. Kita juga lagi menjaring masukan, keluhan, dan masalah dari lapangan," ucap Rida.