Sukses

26 Maret 2020, IHSG Catat Rekor Frekuensi Transaksi Tertinggi

Liputan6.com, Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 26 Maret 2020 menjadi perdagangan dengan rekor frekuensi transaksi tertinggi yang pernah ada.

"Untuk perdagangan hari ini, tercatat rekor frekuensi transaksi tertinggi, yaitu sebanyak 879.652 kali," ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo melalui pesan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Laksono menambahkan, rekor frekuensi transaksi sebelumnya tercatat sebanyak 655.380 kali pada 12 September 2019 lalu.

Sebagai informasi, IHSG pada hari ini ditutup menguat dengan naik 422,91 poin atau 10,74 persen ke posisi 4.360,54. Sepanjang perdagangan, IHSG juga terus berada di zona hijau.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.370,66 dan terendah 3.935,91.

Sebanyak 300 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 129 saham lainnya melemah, dan 115 saham diam di tempat.

2 dari 2 halaman

Minggu Ini IHSG Bakal Terus Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (26/3/2020).

Kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang, menyebut bahwa kenaikan IHSG dikarenakan tajamnya penguatan Dow Jones Industrial Average (DJIA) sekitar 2.609 poin atau naik 14,03 persen selama 2 hari kemarin di tengah semakun terus bertambahnya jumlah korban tewas secara global akibat Covid-19.

Per 26 Maret, orang yang tewas secara global mencapai 21.200 orang dan yang terjangkiti mencapai 468.905 orang, di mana penyebaran Covid-19 yang paling cepat dan mengerikan terjadi di Italy yang telah menjangkiti sekitar 74.386 orang, dan telah menewaskan 7.503 orang (sehari korban tewas naik +683 orang).

Kemudian di AS sendiri sudah ada 66.048 orang yang terinfeksi, dengan jumlah yang tewas 944 orang, sementara di Indonesia sudah menjangkiti 790 orang dengan jumlah yang tewas 58 orang, data itu diperoleh dari Worldometers Info.

Lebih lanjut, menurut dia, naiknya harga komoditas seperti Oil naik 3.15 persen,  Nikel naik 3.57 persen, Timah naik 8.16 persen, Gold naik 5.24 persen, Coal naik 6.34 persen dan CPO naik 7.43 persen juga berpotensi menjadi sentimen positif bagi penguatan IHSG Kamis ini.

“Mengetahui IHSG berpeluang menguat, ditengah secara valuasi banyak saham menjadi sudah semakin sangat attractive, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan BUY maka dapat fokus atas saham dari Sektor Logam Emas, Farmasi, Coal, CPO, Pakan Ternak Ayam dan Telco dalam perdagangan Kamis ini,” ujar dia dalam tulisannya, Kamis (26/3/2020).

20 negara industri paling besar di dunia kemungkinan akan mengalami resesi tahun ini karena pandemi Covid-19. Diperkirakan bahwa keseluruhan PDB G-20 akan berkontraksi 0,5 persen, dengan ekonomi AS menyusut 2 persen dan zona euro 2,2 persen.

Namun China, meskipun menderita wabah virus corona lebih awal dibandingkan negara lain, aktivitas ekonominya diperkirakan meningkat sebesar 3,3 persen, yang pertumbuhan yang masih jauh di bawah rata-rata selamai ini negara ekonomi terbesar di dunia tersebut.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Penutupan Ancol Diperpanjang hingga Waktu yang Belum Ditentukan
Artikel Selanjutnya
Jaga Pasar Keuangan dari Corona, Gubernur BI Rajin Komunikasi dengan Investor