Sukses

Social Distance Imbas Virus Corona Bikin Miliarder Ini Makin Kaya Raya

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham global kehilangan hingga USD 4 triliun, di awal pekan. Penyebabnya masih imbas Virus Corona yang melemahkan perekonomian dunia.

Alhasil, kejatuhan pasar saham merontokkan kekayaan para orang terkaya dunia. Namun, angin segar masih menerpa miliarder Eric Yuan. Aturan social distancing justru membuat miliarder ini makin kaya.

Melansir laman Forbes, Rabu (18/3/2020), kekayaan Eric Yuan, pendiri Zoom Video Communications Inc., bertambah USD 20 juta (Rp 300 miliar), di saat indeks S&P 500 anjlok 12 persen.

Penambahan kekayaan bersumber dari kenaikan saham perusahaan video conference ini yang menguat 0,4 persen, meningkatkan kenaikan tahunan menjadi 58 persen.

Saham Zoom sempat naik 3,5 persen di awal perdagangan, pada Selasa setelah analis Needham & Co. Richard Valera merekomendasikan agar investor membeli saham perusahaan ini.

Secara total, Yuan, pria berusia 50 tahun ini telah menambahkan USD 2 miliar kekayaan bersihnya sepanjang 2020.

Dia menjadi miliarder keempat yang mencatatkan kenaikan kekayaan terbesar dalam 500  Indeks Billionaires Bloomberg. 

Kini Eric Yuan berada pada posisi 274 dalam daftar orang terkaya dunia, dengan nilai kekayaan USD 5,6 miliar (Rp 84 triliun).

Permintaan perangkat lunak Zoom, yang memfasilitasi konferensi virtual dan pertemuan web, meledak saat virus Corona mendorong penutupan kantor dan pembatalan rapat. Semua kemudian beralih bekerja secara jarak jauh. Zoom salah satu yang banyak dipakai.

Lahir di Tiongkok, Yuan sempat ditolak delapan kali saat mengajukan aplikasi visa ke Amerika Serikat, sebelum akhirnya di menggapai sukses di Silicon Valley.

Dia mendapatkan ide membangun Zoom, terinspirasi menghubungu pacarnya yang berada jauh mereka masih mahasiswa.

 

 

2 dari 2 halaman

Dalam Sebulan, 20 Orang Kaya Dunia Hilang Duit Rp 4.248 Triliun Gara-gara Virus Corona

Para miliarder dunia harus terus menelan pil pahit di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia.

Dalam sebulan, seperti mengutip laman Forbes, Selasa (17/3/2020), 20 orang terkaya dunia harus menelan kerugian hingga USD 293 miliar (Rp 4.248 triliun) akibat anjloknya pasar saham dan kondisi ekonomi lain dalam sebulan. 

Kejatuhan pasar saham dan ekonomi merupakan dampak lanjutan dari menyebarnya Virus Corona.

Dari kerugian tersebut, anjloknya pasar saham berkontribusi menghilangkan harta orang terkaya dunia hingga USD 68 miliar (Rp 986 triliun), usai indeks S&P dan Down turun masing-masing 12 persen dan 13 persen, pada perdagangan pasar di Senin (16/3/2020).

Secara total, kekayaan gabungan para 20 miliarder tersebut terpangkas dari USD 1,4 triliun menjadi USD 1,1 triliun.

Di antara mereka, CEO LVMH, Bernard Arnault, konglomerat fashion yang mengalami penurunan kekayaan paling tajam.

Kekayaannya merosot USD 29,6 miliar (Rp 429,2 triliun), sejak 13 Februari menjadi USD 79,9 miliar (Rp 1.158 triliun) pada 16 Maret 2020. Saham LVMH turun hampir 30 persen selama sebulan terakhir.

Secara presentase, Mukesh Ambani dari India, yang merupakan pendiri Reliance Industries telah kehilangan hampir sepertiga dari kekayaannya. Kini tersisa USD 38,6 miliar atau Rp 559,7 triliun. 

Sementara Jef Bezos, orang paling kaya sejagat, kekayaannya susut USD 5,3 miiar atau sebesar Rp 79 triliun pada Senin kemarin. Hartanya turun menjadi USD 105,1 miliar setara Rp 1.586 triliun.

Secara total, Bezos berada pada posisi kedua yang hartanya hilang di belakang Arnault. Dia kehilangan USD 25,6 miliar (Rp 371,2 triliun) sejak Februari secara total.

Bill Gates kehilangan harta USD 5,8 miliar (Rp 84,1 triliun) menjadi USD 97,8 miliar atau Rp 1.418 triliun.

Kekayaan CEO Facebook Mark Zuckerberg juga jatuh senilai USD 8,8 miliar (Rp 127,6 triliun) setelah saham Facebook anjlok lebih dari 14 persen.

Hartanya saat ini tersisa USD 54,3 miliar atau Rp 787,3 triliun, turun 31 persen sejak virus corona menyebar.

Mantan kandidat Presiden Amerika Serikat, Michael Bloomberg dengan kekayaan USD 50,9 miliar atau Rp 738 triliun, dan keluarga Koch, yakni Charles dan Julia (masing-masing memiliki harta USD 40 miliar atau Rp 580 triliun) adalah satu-satunya yang sedikit beruntung.

Mereka tidak mengalami kerugian terlampau besar karena kekayaan yang berbasis di perusahaan swasta, yang sebagian besar terhindar dari penetapan harga pasar publik.

Reporter : Tiara Sekarini