Sukses

Pertamina Pasok Gas untuk Gantikan Konsumsi BBM PLTD Milik PLN

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) berkomitmen memasok gas untuk mendukung konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Pertamina dan PLN telah menyepakati pasokan dan penyerapan gas untuk menggantikan peran BBM‎ sebagai sumber energi PLTD.

‎"Hari ini tandatangan PLN dan Pertamina. Kerjasama ini dalam bentuk supply gas dari Pertamina ke PLN, yang digunakan untuk pembangkit BBM diesel," kata Arifin, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Untuk tahap awal, ‎PLTD di lima lokasi akan dikonversi bahan bakarnya menjadi gas pada tahun ini, sedangkan target PLTD yang bahan bakarnya akan dikonversi terdapat di 52 lokasi. Dari penggantian konsumsi BBM menjadi gas pada PLTD tersebut, ditargetkan dapat menghemat hingga Rp 4 triliun.

"Selain penghematan biaya, juga memberikan dampak emisi yang lebih baik. Ini kontribusi terhadap pengurangan emisi yang juga jadi program kita," ungkapnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, Pertamina akan memasok gas sebanyak 167 MMBTU ke PLTD di 52 lokasi, dengan total kapasitas 1.870 Mega Watt (MW)

‎"Keperluan gas 167 MMBTU. kita selesaikan dua tahun," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Pertamina Ajukan Insentif untuk Turunkan Harga Gas

PT Pertamina (Persero) usulkan sejumlah insentif untuk menurunkan harga gas menjadi USD 6 per MMBTU.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Vi DPR RI, Selasa (25/02/2020), Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan bahwa Pertamina telah membuat simulasi untuk menurunkan harga gas menjadi USD 6 per MMBTU.

"Kami mensimulasi bagiamana kami bisa mem-provide gas untuk 6 dolar," ujar Nicke.

Adapaun sejumlah insentif yang dimaksud, antara lain tambahan bagian kontraktor produsen gas, insentif pajak dan relaksasi perlakuan aset negara. 

"Nah, untuk itu, untuk bisa USD 6 dapat terpenuhi," tegasnya.

Nicke menambahkan, dengan insentif tersebut akan bisa menurunkan harga gas bumi dari sisi hulu menjadi USD 4,5.

Selain itu, Pertamina juga akan meminta Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan efisiensi, untuk menurunkan biaya distribusi gas.

"PGN juga harus membangun infrastruktur dan efisiensi," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
6 Selebritis Ini Berjuang Melahirkan di Saat Pandemi Virus Corona Covid-19
Artikel Selanjutnya
Makin Jago Bahasa Indonesia, Choi Siwon Disarankan Membuat KTP