Sukses

Kepala BKPM: Tak Boleh Ada Gubernur yang Merasa Juga Seperti Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKMP), Bahlil Lahadalia, mengaku heran masih ada gubernur yang tidak menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Dalam Inpres tersebut, izin daerah dilimpahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

Bahlil mengatakan ada gubernur yang belum bersedia menyerahkan kewenangan perizinan tersebut. Padahal, melalui inpres seluruh izin yang ada pada dinas, bupati, dan wali kota dilimpahkan kepada PMPTSP agar satu pintu dan lebih cepat.

 

"Saya tahu bahwa masih ada satu gubernur yang enggak mau kasih, yaitu di Kalimantan, dan saya sudah lapor ke Pak Presiden. Saya bilang Bapak Presiden kita harus tegakkan aturan. Negara ini masih NKRI. Tidak boleh ada gubernur lain yang merasa juga seperti presiden di negara ini," kata dia di Jakarta, Rabu (19/2).

Di samping itu, Bahlil mengaku juga mengetahui bupati serta wali kota mana yang belum menyerahkan izin ke PMPTSP. Namun, mantan Ketua Hipmi itu tak menjelaskan pasti siapa gubernur, bupati, hingga wali kota yang belum serahkan izin tersebut.

"Insya Allah dalam waktu ini kita akan clear kan," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Jurus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dongkrak Investasi di Indonesia

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan empat jurus yang harus dilakukan untuk memperbaiki realisasi investasi di Indonesia dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Saat ini, menurut dia, masih banyak investasi yang belum terealisasi.

Hal itu dia sampaikan dalam acara rapat koordinasi bertajuk “Menjadikan Indonesia Surga Indonesia”, di Hotel ShangriLa, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Jurus pertama adalah dia meminta agar semua pihak dapat mempromosikan Indonesia guna menarik minat investor.

"Pertama adalah kita harus yakinkan orang bahwa investasi di Indonesia bagus. Ini bicara rayu, ini bicara marketing, ini bicara promosi," kata dia.

Setelah rayuan tersebut, jurus selanjutnya adalah menanamkan keyakinan pada investor bahwa menanamkan investasi di Indonesia penuh kepastian hukum dan pengawalan.

"Kedua, begitu mereka selesai, sudah yakin, harus kita giring mereka untuk bagaimana bisa mempunyai alasan hukum untuk berinvestasi di Indonesia. Perizinannya harus kita bantu," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Konser Satu Cara #MusicAgainstCorona | 9-10
Loading