Sukses

Harga Beras Diklaim Normal di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengklaim posisi harga beras di berbagai pasar Jakarta hingga saat ini masih normal. Harga beras dijamin tidak akan naik hingga akhir bulan ini.

"Biasanya kalau di bulan Desember, Januari, dan Febuari seperti ini pasokannya agak kurang sehingga harga bergerak naik tapi kita mau kasih statement semuanya beras normal," kata dia ditemui di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Posisi normal harga beras saat ini tidak lepas dari ketersedian stok yang ada. Di mana posisi stok beras di Pasar Induk Cipinang sendiri mencapai di atas 40 ribu ton. Adapun dari jumlah itu, beras per harinya yang masuk di gudangnya mencapai sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 ton.

"Jadi kondisi masih cukup baik. Kita juga apresiasi juga dari Kementan hasilnya keliatan bahwa produksi padi kita sangat baik hari ini," kata dia.

Di samping itu, cadangan beras berada di Perum Bulog juga masih aman. Adapun stok di beras di Bulog mencapai 1,8 juta ton. "Dan ini sangat baik," tambah dia.

Berdasarkan info pangan Jakarta, harga beras di beberapa pasar tradisonal Jakarta terbilang stabil. Di mana, posisi untuk beras IR III saat ini berada di angka Rp 9.646 per kilo gram (Kg).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Bulog Ekspor Beras Kemasan Renceng ke Arab Saudi

Perum Bulog akan mengekspor beras kemasan renceng ke Arab Saudi pekan depan. Langkah tersebut guna memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga negara Indonesia yang bekerja di sana, maupun yang tengah beribadah umrah dan haji di negara tersebut.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mmengatakan, Bulog akan ekspor beras renceng kemasan 250 gram sebanyak delapan kontainer. Sebelumnya, perusahaan importir Arab Saudi telah berkunjung ke Kantor Bulog, melakukan uji rasa, hingga akhirnya melakukan kontrak pembelian beras dengan Bulog.

"Untuk tahap awal ini insya Allah minggu depan, sebanyak delapan kontainer. Semua sudah kita siapkan. Kebetulan yang diminta Arab Saudi sudah dalam produk jadi beras renceng," kata Budi Waseso seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/2/2020).

Pria yang juga akrab dipanggil Buwas ini menjelaskan, ekspor beras ke Arab Saudi ini tidak hanya berhenti pada jenis beras renceng saja, melainkan juga pada beras kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram pada tahap selanjutnya.

Ada pun beras yang diekspor ini berasal dari pengadaan beras lokal dalam negeri untuk memenuhi permintaan importir Arab Saudi. Namun demikian, Buwas enggan menyebutkan nilai ekspor beras renceng itu.

"Bagi saya ini bukan soal nilainya, berarti kita sudah bisa ekspor, karena itu justru menguntungkan buat kita," kata Buwas.

Buwas menegaskan bahwa beras yang diekspor tersebut sudah terjangkau, seperti yang diinginkan pihak Arab Saudi. Kondisi tersebut mengingat harga beras Indonesia umumnya sulit bersaing di luar negeri karena tingginya biaya produksi.

Ada pun saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 1,8 juta ton, terdiri dari beras CBP (cadangan beras pemerintah) sebanyak 1,7 juta ton dan beras komersial 121.162 ton.