Sukses

BKN Bikin Aplikasi Pinjam Uang Buat PNS, Bunga di Bawah 10 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama dengan Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan PT Fidac Inovasi Teknologi resmi merilis aplikasi pinjaman murah berbasis Financial Technology (Fintech) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bermama Dumi (Duit Mikro).

Peluncuran ini ditandai dengan perjanjian kerja sama antara Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso, dan Direktur Fidac Harry Fardan di Gedung BKN, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, aplikasi Dumi akan memberikan kemudahan bagi PNS untuk kebutuhan pinjaman. Kemudahan yang ditawarkan yaitu hitungan bunga yang lebih rendah di bawah 10 persen.

"Jadi PNS bisa mendapatkan bunga 9,9 persen flat per tahun. Ini karena saya tidak mau double digit," kata Bima.

Pada tahap awal, aplikasi Dumi baru dapat diakses oleh pegawai di lingkungan BKN. Menurut Bima, pengajuan pinjaman akan diinformasikan dalm wktu dua hari kerja kepada pegawai.

"Nantinya kami mau mempersingkat itu. Mungkin jadi satu hari, atau dalam hitungan jam saja," sambungan dia.

 

2 dari 4 halaman

Soft Loan

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso menyampaikan, Dumi membuat produk soft loan berbasis Kredit Tanpa Agunan, payroll yang bertujuan untuk memberikan Pembiayaan cepat dan efisien kepada PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif.

"Para ASN ketika membutuhkan pembiayaan mendadak seperti membayar SPP anak, pajak kendaran bermotor, renovasi rumah, bencana alam dan lain-lain dapat mengambil KTA Payroll menggunakan aplikasi Dumi, diharapkan dengan layanan ini dapat mempermudah calon debitur tanpa ke kantor cabang, sehingga para calon tidak perlu mengeluarkan biaya dan menghabiskan untuk ke kantor cabang," tuturnya.

3 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Kompetensi ASN, Mendagri Dorong Pemanfaatan Teknologi Informasi
Artikel Selanjutnya
Kementerian PANRB: Jabatan Fungsional Tak Buat PNS Bisa Kerja Seenaknya