Sukses

Aliran Listrik Bikin Pariwisata di Gili Gede Menggeliat

Liputan6.com, Jakarta Aliran listrik PT PLN (Persero) kini mengalir di Gili Gede, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Imbas dari aliran listrik ini, mendorong pariwisata di Pulau tersebut menggeliat.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan PLN terus mendukung potensi pariwisata, khususnya di kawasan terpencil.

Untuk mengalirkan listrik ke Gili Gede, PLN membangun kabel laut 20 kiloVolt (kV) sepanjang 2x2,4 kilometer sirkit (kms).

Selain itu PLN juga membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 3,64 kms dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 6,64 kms.

"Pariwisata Indonesia ini salah satu potensi ekonomi yang cukup besar. Kami ingin potensi-potensi ini bisa dimanfaatkan untuk mendorong meningkatnya ekonomi warga," kata Made, di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Sepanjang 2015 hingga 2019, PLN telah melistriki 10.694 desa yang sebelumnya belum menikmati listrik.

Pada 2015 jumlah desa berlistrik di Indonesia sebesar 70.391 dan meningkat menjadi 81.085 desa pada tahun 2019.

Khusus di provinsi NTB, berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB sebanyak 1.141 (100 persen) desa telah berlistrik sejak akhir tahun 2018.

"Kami menyadari listrik itu akan mendorong perekonomian, oleh karena itu kami komitmen untuk terus melistriki seluruh pelosok negeri," tutur Made.

Secara administratif Gili Gede masuk ke dalam wilayah Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

 

2 dari 2 halaman

Respon Warga

Pulau eksotis dengan hamparan pasir putih ini menjadi bagian dari 12 pulau atau Gili di kawasan Sekotong, Lombok Barat, yang akan dikembangkan Pemda setempat menuju destinasi wisata internasional.

Warga Gili Gede Abu Bakar mengungkapkan, sejak listrik masuk ke Gili Gede, usaha penginapannya semakin maju, geliat pariwisata di Gili Gede semakin terasa sejak listrik PLN masuk ke pulau tersebut pada akhir 2018 lalu.

Kini wisatawan tak hanya singgah pada siang hari, tetapi juga menikmati malam dan menginap di Gili Gede.

"Dulu wisatawan datang pagi, sore kembali ke Lombok. Alhamdulillah sekarang banyak yang menginap di sini, mungkin karena sudah nyaman. Malam juga masih ramai yang berkeliling, ada yang menikmati pantai atau sekadar makan dan minum," tutur Abu.

Abu memiliki total 18 kamar yang disewakan untuk penginapan. Sebelum menggunakan listrik dari PLN, dirinya menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik di penginapannya.

Dengan terbatasnya daya genset membuat dirinya kesulitan untuk menambah berbagai fasilitas. Berbeda saat listrik PLN mulai masuk dirinya menambah berbagai fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan di penginapannya.

Hasilnya tingkat hunian kamar meningkat dari sebelumnya hanya di bawah 50 persen, kini selalu berada di atas 70 persen.

“Sekarang sudah ada 8 kamar standar hotel. Sudah kita kasih ac, bisa kita tambah kulkas juga. Jadi wisatawan nyaman, Biayanya juga lebih murah menggunakan listrik PLN. Dulu pakai genset bisa bayar 10 juta per bulan, sekarang pakai PLN hanya 3 sampai 5 juta. Alhamdulillah wisatawan yang menginap meningkat, biaya listrik semakin hemat,” pungkas Abu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pertamina Pasok Gas untuk 52 Pembangkit Listrik PLN
Artikel Selanjutnya
Industri Kelapa Sawit di Sumsel akan Dilistriki PLTS