Sukses

8 Sektor di Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah ke 6.277,09

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Sebagian sektor menguat hanya ada satu sektor yang tertekan yaitu infrastruktur.

Pada prapembukaan perdagangan, Kamis (16/1/2020), IHSG melemah 7,4 poin atau 0,12 persen ke level 6.275,95. Pelemahan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.05 WIB dengan turun 6,54 poin atau 0,11 persen ke level 6.277,09.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,26 persen ke posisi 1.022,38. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.275,95 dan terendah di 6.267,53.

Sebanyak 74 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 96 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 16.710 kali dengan volume perdagangan 157,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 168,9 miliar.

Investor asing jual saham Rp 20,93 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.670 per Dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang naik 0,33 persen dan sektor perkebunan yang naik 0,29 persen.

Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu sektor aneka industri yang anjlok 1,31 persen. Kemudian diikuti sektor manufaktur turun 0,51 persen dan sektor konstruksi melemah 0,40 persen.

Sementara saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah diantaranya INDO yang turun 23,81 persen ke Rp 150 per lembar saham, AMAR turun 15,62 persen ke Rp 540 per lembar saham dan SKYB melemah 14,81 persen ke Rp 69 per lembar saham.

Sementara saham-saham yang menguat, antara lain KARW naik 25,40 persen menjadi Rp 79 per lembar saham, GLOB naik 24 persen menjadi Rp 434 per lembar saham dan KAYU menguat 17,98 persen menjadi Rp 105 per lembar saham.

2 dari 3 halaman

Perdagangan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini. Investor asing jual saham mencapai Rp 17,69 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (15/1/2020), IHSG ditutup terjun 42,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.283,36. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,70 persen ke posisi 1.025,06.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.348,52 dan terendah 6.255,49.

Sebanyak 285 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 121 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 498.302 kali dengan volume perdagangan 12,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 11,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.665.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor industri dasar menguat 1,02 persen dan sektor aneka industri 0,006 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 2,94 persen. Kemudian sektor pertambangan yang turun 1,78 persen dan sektor infrastruktur turun 1,70 persen.

Saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG tersungkur diantaranya INDO yang turun 25 persen ke Rp 189 per lembar saham, MINA melemah 24,83 persen ke Rp 218 per lembar saham dan PADI turun 24,50 persen ke Rp 151 per lembar saham.

Saham-saham yang menguat antara lain TRIN yang naik 70 persen ke Rp 340 per saham, KPAL menguat 35 persen ke Rp 216 per saham dan SKYB naik 35 persen ke Rp 81 per saham. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Jual Saham, IHSG Ditutup Terperosok 60 Poin
Artikel Selanjutnya
Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke 5.940,78