Sukses

Bangun PLTA, Ibu Kota Baru Butuh Waduk

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik ibu kota negara baru Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, dengan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, PLN sudah melakukan survey untuk melistriki ibu kota baru dengan EBT. Untuk kapasitas pembangkit EBT, akan disesuaikan kebutuhan wilayah tersebut.

"Ibu kota negara baru itu suplaynya EBT sesuai dengan kebutuhanya, misalnya butuh 500 MW saya harus‎ sediakan di sistem Kalimantan 500," kata Syofvi, di Jakarta, Sabtu (9/10/2019).

Salah satu energi primer berbasis EBT yang akan digunakan adalah air, dengan membangun PLTA. Namun, untuk membangun PLTA PLN tidak bisa membangun waduk yang sudah beroperasi karena debit airnya terlalu kecil.

Sebab itu, agar PLTA bisa dibangun di sekitar wilayah ibu kota baru membutuhkan pembangunan waduk baru yang debit airnya cukup untuk menggerakan turbin PLTA.

"Yang eksisting kita lihat kecil banget debitnya, nggakbisa jadi PLTA kecil banget," tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Potensi Lain

Menurut Syofvi, selain tenaga air, PLN juga akan mencari portensi ‎EBT yang ada di wilayah tersebut. Agar kebutuhan listrik ibukota baru dapat tertutupi dengan pembangkit ramah lingkungan tersebut.

"Itu ekspetsinya untuk mendukung ibu kota baru. Sehingga PLN harus cari potensi potensi," tandasnya.

‎Berdasarkan perkiraan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kebutuhan listrik di ibu kota negara baru mencapai 1.196 Mega Watt (MW), namun pembangkit baru yang harus terpasang sebesar1.555 MW, dengan mempertimbangkan cadangan listrik ideal 30 persen‎.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bendungan di Ibu Kota Baru Mulai Dibangun 2020
Artikel Selanjutnya
PUPR Catat Sudah Ada 292 Karya Desain Ibu Kota Baru