Sukses

Bangun Superblok di Bekasi, Pakuwon Gelontorkan Rp 2 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang Real Estat, PT Pakuwon Jati Tbk (Pakuwon) bakal melebarkan sayap bisnis. Kali ini perusahaan properti ini akan mengembangkan sebuah proyek superblok di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk. Stefanus Ridwan mengatakan, proyek yang akan dikerjakan pihaknya berupa pembangunan kawasan mal terintegrasi dengan hotel dan apartemen atau biasa disebut dengan superblok.

"Mal, dua hotel bintang empat sama bintang tiga plus lah. Sama empat tower apartemen," kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Terkait biaya investasi, dia mengaku belum dapat menyebutkan angka persis. Namun, yang pasti proyek yang menyasar konsumen dari kelas menengah atas tersebut bakal menelan anggaran di atas Rp 2 triliun.

"Biaya investasi, pasti di atas Rp 2 triliun. (Target pasar?) Menengah atas lah. Kayak Kokas (Kota Kasablanka) lah. Tenant udah dapat sih. Buat Pakuwon tenant-nya lebih gampang," jelas dia.

Saat ini, Pakuwonsedang mengurus perizinan. Dia mengharapkan proyek sudah dapat berjalan pada akhir tahun ini, dengan masa pengerjaan selama 2 tahun.

"Sekarang lagi perizinan. Setelah itu kita bangun. Pakuwon enggak pernah nelantarin tanah kok. Kita lagi kebut izin. 2 tahun lah," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Mau Hidup Tenang? Tinggal di Superblok!

Rumah sejatinya bukan hanya tempat untuk berlindung dari terik matahari dan curah hujan saja. Lebih dari itu, bagi sebuah keluarga rumah menjadi arti penting sebagai ruang tumbuh kembang, saling memadu kasih sayang, dan aktivitas lain yang tidak bisa dilakukan di luar.

Begitu besar perannya, tak pelak unsur utama yang harus dipenuhi dalam sebuah rumah adalah nyaman dan aman. Nyaman dan aman untuk dihuni karena lingkungannya yang baik, dekat dengan pusat kegiatan masing-masing anggota keluarga, serta suasana sekitar yang mendukung bagi kehidupan.

Dalam menemukan rumah yang tepat, masyarakat yang tinggal di Indonesia dihadapkan pada beberapa pilihan lingkungan.

Antara pemukiman yang cukup padat penduduk, rumah berkonsep klaster dan townhouse, atau berani mencoba tinggal di hunian vertikal seperti yang lumrah di negara-negara maju.

(Simak Review Properti dari Rumah.com untuk mengetahui ulasan mendalam tentang rumah incaran Anda)

Mengingat terbatasnya lahan terutama di kota-kota besar termasuk tengah kota Jakarta, living in apartment memang sudah menjadi pilihan dan solusi tempat tinggal yang paling logis. Apalagi mempertimbangkan harga rumah yang melambung tinggi dan nyaris sulit digapai.

Di kawasan Jalan MH Thamrin, harga pasaran rumah terkini diperkirakan sudah mencapai Rp100 juta lebih per meter persegi, sementara di kawasan Kuningan diprediksi mencapai Rp70 juta per meter persegi. Lebih rendah, di kawasan Gatot Subroto berkisar Rp45 jutaan per meter persegi.

Ilustrasinya, agar bisa menjadi warga dari kawasan bisnis Kuningan berarti harus mampu menyiapkan kocek Rp7 miliar untuk rumah dengan luas bangunan 100m2. Padahal sebenarnya kocek tersebut bisa dipangkas lebih dari setengahnya, jika memilih untuk beralih membeli apartemen.

Hal ini tentu bukan sekadar ilustrasi, melainkan fakta yang bisa ditemukan langsung kebenarannya. Masih dalam bagian dari Segitiga Emas Jakarta, apartemen The Masterpiece dan The Empyreal menawarkan hunian bergengsi seluas 86,84m2 dengan harga Rp3 miliar.

Lokasinya berada di megasuperblok terpadu Rasuna Epicentrum, Kuningan, seluas 53,6Ha dan mengusung konsep ‘kota di dalam kota’. Sehingga kawasan ini terintegrasi dengan kenyamanan tinggal, bekerja, dan menikmati hiburan di pusat kota Jakarta.

Simak juga: Hunian Vertikal, Solusi Agar Milenial Punya Rumah

Saling terintegrasi satu dengan lainnya seperti Bakrie Tower, Epiwalk, Epiwalk Office Suites (Epiwos), Elite Club Epicentrum, Plaza Festival, hingga Gelanggang Olahraga Sumantri Brojonegoro. Bagi sebuah keluarga yang mendambakan gaya hidup praktis, efektif, dan efisien, tinggal di superblok memang seolah jadi ‘surga’ tersendiri.

“Megasuperblok Rasuna Epicentrum dikembangkan sekitar tahun 1995. Saya masih ingat, saat launching apartemen pertama Taman Rasuna itu orang sampai rela antre panjang. Dan sudah berdiri 23 tahun lamanya, perkembangan dari tahun ke tahun di sini semakin pesat. Peluang tumbuh juga masih ada,” papar Division Head Sales PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), Reynold Sihombing.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Polisi Tak Temukan Kamera untuk Rekam Video Dugaan Penghinaan Bau Ikan Asin
Artikel Selanjutnya
LMAN Telah Bayar Dana Talangan Proyek Strategis Nasional Rp 34,735 Triliun