Sukses

Milenial, Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Melamar Kerja

Liputan6.com, Jakarta Dalam upaya mencari kandidat, umumnya HRD berpedoman pada CV, portofolio, serta cover letter. Namun, hal yang digunakan sebagai pertimbangan tidak hanya itu. Masih terdapat pertimbangan lainnya untuk merekrut karyawan. Dengan demikian, tidak selamanya calon karyawan yang mempunyai CV bagus akan dijamin diterima.

Jika kamu sudah mempunyai tiga modal tersebut, tugas berikutnya adalah menyiapkan langkah lain sebagai upaya meyakinkan HRD atas kompetensi yang dimiliki. Nilai diri harus ditunjukkan dengan baik agar menjadi poin plus.

Tampil maksimal saat wawancara kerja juga harus diperhatikan. Janganlah gugup saat menjawab pertanyaan. Inilah aneka tips melamar kerja yang dilansir dari Swara Tunaiku.

1. Melakukan Konfirmasi Panggilan Wawancara

Sebelum melakukan wawancara, biasanya kamu akan memperoleh undangan. Pastikan bahwa kamu sudah mengonfirmasi keputusanmu, entah kamu bisa hadir ataupun berhalangan.

Jika berhalangan, pastikanlah alasan yang diutarakan memang masuk akal serta bisa di-reschedule di hari lainnya. Hal tersebut akan menunjukkan keseriusan serta minat kamu terhadap perusahaan.

2 dari 4 halaman

2. Tidak Gugup ketika Wawancara

Percuma saja jika kamu mempunyai CV, portofolio, serta cover letter keren, jika kamu gugup ketika wawancara. Gugup saat wawancara tentu sangat mengganggu dan membuatmu tidak sanggup menyampaikan hal penting berupa nilai diri dengan baik kepada pewawancara sesuai yang tertera dalam CV.

Bahkan, kamu bisa saja dituduh memalsukan CV karena tidak bisa memaparkan kembali atau tidak bisa menjawab ketika diberi pertanyaan terkait apa saja yang tertera dalam CV. Hal ini bisa menjadi penghambat, bukan? Karenanya, janganlah gugup saat wawancara. Hadapi proses wawancara dengan tenang dan tetap fokus terhadap setiap pertanyaan yang diajukan.

3. Memastikan Isi CV Menjawab Kebutuhan Posisi yang Dilamar

Bisa jadi bahwa pengalaman yang tertulis di CV kamu memang banyak dan keren. Akan tetapi, jika semua pengalaman tersebut tidak berguna untuk posisi yang akan dilamar, untuk apa? Cobalah saring terlebih dahulu pengalaman yang benar-benar mampu mendukung posisi pekerjaan yang akan dilamar.

Sebagai saran, tidak masalah jika pengalamannya sedikit, asalkan benar-benar sesuai atau relevan dengan posisi yang dilamar. Tentu saja hal ini lebih berarti dan efektif dibaca oleh tim HRD, dibandingkan mencantumkan hal yang tidak berkaitan dengan posisi yang tersedia.

3 dari 4 halaman

4. Memahami Perusahaan

Memang tidak sedikit para pelamar kerja yang punya kompetensi berupa nilai tinggi. Namun, mereka akan kalah dengan pelamar kerja yang punya nilai plus. Adanya nilai plus ini sangat membantu meyakinkan HRD mengenai kompetensi riil yang dimiliki oleh pelamar kerja. Jadi, tidak hanya nilai saja yang menjadi pedoman.

Nilai plus tersebut dimiliki mereka yang sudah memahami perusahaan. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan bahwa sebelum berangkat wawancara harus membaca profil perusahaan serta berbagai produknya. Entah informasi tersebut didapat di internet, media cetak, obrolan dengan pengguna, diskusi, dan lain sebagainya.

5. Memastikan Kamu Yakin dengan Posisi Tadi

Karena galaunya saat mencari kerja, banyak kandidat yang asal saja saat melamar pekerjaan. Gelagat ini tentu sudah bisa dibaca oleh HRD sejak awal. Karenanya, jangan sampai kamu seperti itu, ya! Tentunya, kamu harus niat dan benar-benar serius mengusahakan pekerjaan yang tengah dilamar saat ini.

4 dari 4 halaman

6. Selama Menunggu Kerja, Isi dengan Kegiatan Positif

Sebisa mungkin, usahakan agar kamu mempunyai kegiatan positif untuk dilakukan selama menunggu panggilan kerja. Kegiatan positif tersebut juga harus produktif, artinya harus memberikan manfaat kepada dirimu. Kamu bisa melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan bakat dan minat. Hobi juga termasuk di dalamnya.

Berbagai kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman, sehingga mampu meningkatkan kapabilitas diri. Nilai diri yang meningkat ini menjadi modal yang baik untuk meniti karier dan menjalani kehidupan ini. Contoh kegiatan tersebut adalah seminar, pelatihan, membantu proyek, merintis usaha sampingan, menjalankan hobi, dan sebagainya.

Itulah beberapa poin yang harus disiapkan sebelum melamar pekerjaan. Setiap poin dalam rangkaian tes seleksi karyawan harus dioptimalkan agar berhasil meraih posisi yang kamu inginkan. Wahai para milenial, tidak perlu lagi kamu bingung! Lakukanlah yang terbaik dan semoga sukses selalu!

Loading
Artikel Selanjutnya
Murah dan Strategis, 7 Rekomendasi Gedung Pernikahan di Jakarta
Artikel Selanjutnya
Biar Tak Cekcok, Simak Tips Kelola Keuangan bagi Pengantin Baru