Sukses

Alasan Kamu Harus Berinvestasi di Usia 20 Tahun

Liputan6.com, Jakarta Kebanyakan orang akan berpikir ingin memulai berinvestasi ketika usianya sudah tidak muda lagi karena beranggapan investasi belum terlalu dibutuhkan. Namun pemikiran ini tidak benar.

Dikutip dari laman CNBC, Selasa (4/6/2019), perencana keuangan Suze Orman mengatakan kunci keberhasilan finansial di masa depan dapat diraih jika berinvestasi sejak masih muda.

Orman menjelaskan jika seseorang mulai berinvestasi sejak dini atau di saat usia 20 tahun-an, maka akan semakin banyak lagi uang yang akan mereka peroleh ketika hari tua nanti. Ini terjadi karena adanya bunga majemuk. Jadi, semakin awal Anda memulai maka semakin banyak uang yang akan tumbuh.

Sebagai contoh, ada seorang anak berusia 25 tahun yang mulai berinvestasi USD 100 atau Rp 1,43 juta (Kurs USD 1 = Rp 14.365) per bulan dalam instrumen dana pensiun AS selama 40 tahun. Maka, ia akan mendapat pengembalian per tahun sekitar 12 persen, sehingga pada usia 65 tahun, investasinya akan bernilai lebih dari USD 1 juta atau Rp 14,3 miliar.

Sementara jika seseorang akan berinvestasi mulai dari USD 100 per bulan atau Rp 1,43 juta pada usia 35 tahun, maka uang yang akan diterima pada usia 65 tahun yaitu USD 300 ribu Rp 4,3 miliar.

2 dari 2 halaman

Miliarder Dunia juga Sudah Mulai Berinvestasi sejak Muda

Untuk itu, Orman mengajak anak-anak muda untuk mulai berinvestasi sejak muda karena mengingat keuntungan yang akan didapat nantinya.

Orman menambahkan yang terpenting bukan jumlahnya, namun jangka waktunya. Jadi, misalkan saat ini Anda hanya bisa investasi sebanyak USD 50 per bulan, itu tidak mengapa karena angka ini akan jauh lebih besar saat pensiun nanti. Ketimbang Anda harus mengeluarkan angka yang sama saat umur sudah menginjak kepala 3.

Tidak hanya itu saja, Orman mengatakan ternyata banyak miliarder dunia yang telah berinvestasi sejak mereka berusia 20 tahun-an, salah satunya Warren Buffett.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jika Penegakan Hukum Gaduh, Investor Tak Mau Tanam Modal ke Indonesia
Artikel Selanjutnya
Di Depan Jokowi, Kepala BKPM Pamer Target Investasi 2019 Terlampaui