Sukses

Genjot Kualitas, Bappenas Fokus Kembangkan SDM

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan fokuskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2019.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyatakan, sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam perencanaan dan pembangunan nasional.

"Output ekonomi dihasilkan dari 2 hal, yaitu capital (modal) dan labour (sumber daya manusia)," di Gedung Bappenas di Jakarta, Selasa, (30/4/2019).

Rakorbangpus Bappenas kali ini fokus pada peningkatan kualitas SDM, karena menurut Bambang, kualitas SDM mempengaruhi tingkat pengangguran. Semakin berkualitas SDM,  semakin kecil pula angka pengangguran. Dengan begitu, angka kemiskinan akan turun juga.

Angka pengangguran Indonesia sudah turun menjadi 5,34 persen tahun lalu. Meski begitu, masih ada 7 juta angkatan kerja yang harus diusahakan penyerapan kerjanya. Oleh karena itu, berbagai upaya pelatihan dan vokasi pun harus dilakukan.

Selain itu, Bambang menambahkan, arah ekonomi makro 2020 ialah meningkatkan pertumbuhan potensial. Untuk mendukung hal tersebut, SDM yang kompeten tentu diperlukan.

"Kita bertahap harus sudah fokus dengan industri nilai tambah, apakah itu hilirisasi pertambangan, modernisasi pertanian, transformasi sektor jasa dari tradisional ke modern. Untuk mendukung hal itu, kita harus perkuat permintaan domestik, mendorong investasi dan meningkatkan SDM tentunya," ujar dia.

 

2 dari 5 halaman

Bappenas Gandeng Kanada Tumbuhkan Ekonomi Pedesaan

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bersama Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) meluncurkan program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap Kedua.

Program ini dirancang sebagai dukungan teknis pembangunan bagi 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui seleksi dari 60 KPPN yang merupakan hinterland dari 39 Pusat Pertumbuhan Peningkatan Keterkaitan Kota-Desa. Kawasan ini merupakan salah satu sasaran pembangunan wilayah pada RPJMN 2015–2019.

Deputi Bidang Pengembangan Regional, Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata, mengatakan pembangunan kawasan pedesaaan merupakan salah satu sasaran pokok yang mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Ini dalam rangka mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-wilayah, yang dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan masing-masing daerah.

"Pengembangan ekonomi lokal merupakan penopang utama kinerja perekonomian nasional. Selaras dengan tujuan tersebut, pemerintah daerah dipandang mampu melakukan berbagai inovasi pembangunan ekonomi jika ditunjang dengan dukungan teknis dan perangkat yang tepat," ujar dia di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Rino A Sa’danoer selaku Project Director dari program ini menyatakan,‎ kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Kanada melalui proyek ini menyediakan dana inovasi responsif sebesar Rp 1 miliar per tahun bagi masing-masing 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui program RIF.

"Kami berharap program RIF ini dapat menstimulasi dan mendorong inovasi pembangunan ekonomi lokal dan meningkatkan iklim investasi melalui pendekatan-pendekatan inovatif untuk pengembangan produk dan sektor ekonomi yang dipilih oleh pemerintah daerah terkait," kata dia.‎

 

3 dari 5 halaman

Rincian Program RIF

Menurut Rino, program RIF Tahap Pertama yang dilaksanakan mulai Maret 2018 hingga April 2019 telah menghasilkan banyak kemajuan. Sekitar 6.105 penerima manfaat program RIF Tahap Pertama meliputi pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga penelitian, komunitas dan kelompok masyarakat telah mendapatkan pendampingan melalui 209 pelatihan dan dukungan teknis.

Hal ini guna pengembangan kapasitas kelembagaan, pengembangan produk, ekspansi pasar dan penciptaan lapangan kerja yang adil bagi laki-laki dan perempuan.

"Pengembangan ekonomi lokal berbasis produk-produk unggulan daerah baik di sektor Pertanian seperti nira, kopi, salak, kelapa, sagu, jagung, beras organik dan pupuk organik. Sektor kelautan dan perikanan seperti ikan olahan, terasi, kerupuk dan rumput laut. Serta sektor pariwisata dan kerajinan juga telah membuka peluang kerja bagi setidaknya 2.929 orang," ungkap dia.

4 dari 5 halaman

Enam Kawasan

Enam kawasan/kabupaten yang telah melaksanakan program RIF Tahap Pertama yaitu:

1) Kawasan Nikosake di Kabupaten Tabanan, Bali

2) Kawasan Luwita di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan‎

3) Kawasan Palaga Pulau Tujuh di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku

4) Kawasan Praya di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

5) Kawasan Rasau Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat

6) Kawasan Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sementara untuk program RIF Tahap Kedua yang dilaksanakan April 2019 hingga April 2020, telah terpilih enam kabupaten yaitu:

1) Kabupaten Manokwari, Papua Barat

2) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat

3) Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

4) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

5) Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat

6) Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
BKN Siap Dukung Jokowi Tingkatkan Kualitas SDM
Artikel Selanjutnya
Dana Desa di 2020 untuk Pengembangan SDM dan Ekonomi Daerah