Sukses

Jika Terpilih, Capres Ini Hapus Utang Warga AS Rp 6.000 Triliun

Liputan6.com, Massachusetts - Jika calon presiden (capres) di Indonesia sering membahas utang luar negeri, lain cerita dengan capres luar negeri yang justru ingin menghapus utang rakyatnya. Program ini menyasar para anak muda yang meminjam uang untuk kuliah.

Dilansir AP, Senator Elizabeth Warren asal Massachusetts berniat menghapus utang akibat pinjaman utang kuliah (student loan), yakni sebesar USD 640 miliar atau Rp 6.009 triliun (USD 1 = Rp 14.073).

Sang senator Partai Demokrat itu menyebut besarnya utang biaya kuliah merugikan jutaan keluarga AS, serta memberi efek domino ke berbagai lini ekonomi.

"Utang itu mengurangi tingkat kepemilikian rumah. Itu membuat lebih sedikit orang memulai bisnis. Itu memaksa mahasiswa untuk drop out sebelum meraih gelar. Itu adalah masalah bagi kita semua," tegas Warren lewat situs Medium.

Proposal Warren akan menghapus student loan sebesar USD 50 ribu (Rp 703 juta) bagi 42 juta orang warga Amerika Serikat (AS) yang pendapatannya kurang dari USD 100 ribu (Rp 1,4 miliar).

Ia mengakui rencana penghapusan utang akan membuat pemerintah AS kehilangan Rp 6.009 triliun, tetapi Warren menyebut itu bisa diatasi lewat pajak ultra-miliarder sebesar 2 persen. Yang ia dimaksud adalah 75 ribu keluarga dengan kekayaan di atas USD 50 juta (Rp 703,6 miliar).

Meski demikian, rencana pajak ultra-miliarder milik Warren sempat dikritik. Sebab, para orang terkaya memiliki kekayaan berkat saham mereka, bukan karena harta di rekening mereka. Alhasil, rencana menerapkan pajak pun menjadi kontroversial.

2 dari 2 halaman

Miliarder Tolak Usulan Warren Naikkan Pajak Orang Kaya

Sebelumnya dikabarkan, rencana pajak Warren bermasalah hanya menghitung harta keseluruhan, sementara banyak miliarder memiliki harta berdasarkan saham yang mereka miliki, sehingga timbul pertanyaan bagaimana para miliarder harus membayar pajak ini.

Salah satu miliarder terkaya AS, Michael Bloomberg, menentang rencana ini dan menyebut kemungkinan rencana itu tidak konstitusional. Penolakan pun datang dari mantan CEO Starbucks Howard Schultz yang menyebut Warren semata mencari perhatian.

"Ketika saya melihat Elizabeth Warren tampil dengan rencana konyol menambahkan pajak orang kaya sebanyak 2 persen karena itu membuat headline ... itu adalah perbuatan yang ngawur," ucap Schultz kepada NPR.

Menurut Forbes, Schultz memiliki harta USD 3,4 miliar dan harta Bloomberg USD 47,2 miliar.

Warren merespons kalem kritikan dua miliarder itu. "Ada lagi miliarder yang berpikir para miliarder seharusnya tidak membayar lebih banyak pajak. Tak mengejutkan, tetapi itulah cara kita membangun masa depan negeri ini," ujarnya.

Bila rencana pajak miliarder sah, total uang yang bisa dikumpulkan dalam 10 tahun berkat rencana pajaknya adalah USD 2,75 triliun. Warren pun sudah resmi mencalonkan diri sebagai calon Presiden AS dari Partai Demokrat untuk tahun 2020.

Loading
Artikel Selanjutnya
Restrukturiasi Utang Krakatau Steel Jadi yang Terbesar Sepanjang Sejarah BUMN
Artikel Selanjutnya
Hingga Juni 2019, Pemerintah Tarik Utang Rp 180 Triliun