Sukses

Operasikan 3 Gardu Induk Listrik di Aceh, PLN Hemat Rp 265,5 Miliar per Tahun

Liputan6.com, Aceh - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan pengoperasian 3 Gardu Induk (GI) dan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) yang ada di Provinsi Aceh, Takengon.

Selain dapat meningkatkan kapasitas penyediaan energi listrik untuk Provinsi Aceh khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, pengoperasian GI dan SUTT juga berpotensi menciptakan penghematan sebesar Rp 265,5 miliar per tahun.

"Kami harap peresmian ini bisa mendukung pertumbuhan perekonomian Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah melalui kehandalan sistem kelistrikan dan suplai yang mencukupi" ujar Jonan di Aceh, Selasa (9/4/2019).

Jonan menambahkan khusus GI 150 kV Takengon dan SUTT 150 kV Takengon - Bireuen merupakan GI dan SUTT pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA. Proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTA Peusangan (88 MW) yang sudah dimulai sejak tahun 1998.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto memastikan percepatan yang dilakukan PLN dalam pembangunan kelistrikan diharapkan bisa menarik investor untuk datang dan memanfaatkan energi listrik yang tersedia.

"Sistem handal, dan PLN bisa menghemat hingga Rp 265,5 miliar per tahun. Jadi dengan makin handalnya sistem kelistrikan di Aceh, kami harap bisa menarik para investor untuk berinvestasi dan membangun bisnisnya disini," papar dia.

 

2 dari 3 halaman

GI dan SUTT yang Diresmikan

Adapun 3 GI dan SUTT yang diresmikan yakni :

a. Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon – Bireuen

b. Gardu Induk (GI) 150 kV Kutacane dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Berastagi, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Berastagi – Kutacane

c. Gardu Induk (GI) 150 kV Subulusalam dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Sidikalang dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sidikalang - Subulusalam.

Untuk kedepannya GI dan SUTT Takengon -Bireuen dapat berfungsi sebagai evakuasi daya PLTA Peusangan 1&2 kapasitas 88 MW yang direncanakan COD pada tahun 2021 – 2022.

Kehadiran PLTA Peusangan selain bisa memenuhi kebutuhan listrik tapi juga bisa menghemat biaya operasional PLN, khususnya di wilayah Aceh hingga Rp 26 miliar per tahun.

3 dari 3 halaman

Menteri Jonan Apresiasi Kerja Keras PLN Bangun Gardu Induk di Aceh Tengah

PT PLN (Persero) membangun tiga GI (Gardu Induk) dan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) pertama di Aceh Bagian Tengah berkapasitas 30 MVA, Aceh, Takengon.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengapresiasi, usaha PLN memberikan pelayanan kelistrikan yang semakin baik.

"Terima kasih PLN kerjanya sudah mati-matian. Luar biasa kerjanya. Kita lakukan penghematan ratusan miliar. Harapan kami ke depan berusaha tarif listriknya itu tidak naik. Syukur di kemudian hari tarif listrik bisa turun. Itu saja dari saya," tutur dia di Aceh, Selasa (9/4/2019).

Dia menambahkan, pembangunan gardu induk dan SUTT mendukung program pemerintah dalam kelistrikan yang terkoneksi di Sumatera. 

Keberadaan gardu induk dan SUTT juga bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Sumatera.

"Kalau semua tersambung maka ada jaringan kelistrikan terkoneksi di seluruh Sumatera sehingga kelistrikan akan sama seperti di Pulau Jawa supaya pertumbuhan ekonomi Sumatera bertumbuh dengan semakin baik," ujar dia.

Adapun tiga GI dan SUTT yang diresmikan yakni :

a. Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon – Bireuen;

b. Gardu Induk (GI) 150 kV Kutacane dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Berastagi, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Berastagi – Kutacane;

c. Gardu Induk (GI) 150 kV Subulusalam dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Sidikalang dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sidikalang - Subulusalam.

 

Tonton Video Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Menteri Jonan Apresiasi Kerja Keras PLN Bangun Gardu Induk di Aceh Tengah
Artikel Selanjutnya
PLN Komitmen Listriki Destinasi Wisata Terpencil