Sukses

Suku Bunga Obligasi Pemerintah Ini Capai 5,8 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan suku bunga obligasi pemerintah untuk seri VR0031 sebesar 5,8 persen. Ini untuk periode 25 Januari-25 April 2019.

Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada 25 April 2019 yang merupakan rata-rata tertimbang suku bunga hasil lelang surat perbendaharaan negara (SPN) tiga bulan pada 15 Januari 2019 sebesar 5,8 persen.

Ini sesuai dengan pengumuman pemerintah mengenai perubahan suku bunga acuan untuk obligasi negara dengan tingkat bunga mengambang (variable rate). Demikian mengutip dari laman BI, Rabu (23/1/2019).

Pemerintah menerbitkan obligasi tersebut pada 2002 dengan nilai Rp 17,85 triliun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 25 Juli 2020.

 

2 dari 2 halaman

BI Diprediksi Hanya Naikkan Bunga Acuan 1 Kali pada 2019

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali menaikan suku bunga acuan pada tahun ini. Namun kenaikan pada tahun ini tidak akan sebanyak pada tahun lalu. Sepanjang 2018, BI telah menaikan suku bunga acuan sebanyak enam kali.

Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja mengatakan, BI kemungkinan hanya akan menaikan suku bunga acuan sekali saja pada tahun ini. Itu lantaran ekonomi RI yang menurutnya cukup stabil di 2019.

"Jadi kita memang expect satu kali lagi kenaikan BI rate tahun ini, tapi setidaknya sudah mulai stabil dan orang udah bisa masuki sektor tertentu dalam hal ini di tahun 2019," imbuhnya di Jakarta, Senin 21 Januari 2019.

Tak hanya itu, ia menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan masih akan berada dalam rentang yang terjaga, yakni di level Rp 14 ribu per dolar AS.

"Sekitar Rp 14.00 untuk rupiah. Exact-nya kami masih menghitung karena minggu depan kami akan rilis report mengenai outlook 2019 di publikasi kami," ujarnya.

Ia menambahkan, investor asing masih tetap akan optimistis dengan situasi pasar di Indonesia. Sektor pariwisata daj manufaktor dinilai bakal menopang pertumbuhan ekonomi RI di tahun ini.

"Investor asing masih tetap masuk ya, seperti sekarang ini masih banyak yang masuk. Untuk akhir tahun pun mereka akan masuk ke sektor-sektor tertentu. Jadi nanti akan kita review per kuartal," pungkasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
BI Klaim Taget Inflasi Tahun Ini 3 Persen
Artikel Selanjutnya
BI: Penjualan Eceran Pada Januari 2020 Bakal Menurun