Sukses

Sentra Food Bakal Jadi Pendatang Baru di BEI

Liputan6.com, Jakarta PT Sentra Food Indonesia (SFI) akan melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Selasa (8/1/2019). Dalam aksi korporasi ini, Perseroan dengan kode saham SFI ini dibantu PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Melansir dari situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Perseroan melepas sekitar 150 juta lembar saham kepada publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Adapun harga IPO saham perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan daging itu sebesar Rp 135 per unit. Dari aksi korporasi ini, Sentra Food Indonesia akan memperoleh tambahan modal sebanyak Rp 20,25 miliar.

Manajemen perseroan akan menggunakan dana hasil IPO itu seluruhnya untuk meningkatkan setoran modal ke perusahaan anak, yaitu PT Kemang Food Industries (Kemfood) guna membeli bahan baku daging dan bahan lainnya.

Sebagai informasi, saat ini kapasitas produksi Kemfood baru mencapai 150 ton per bulan. Perseroan yakin pasca IPO kapasitas produksi bakal meningkat menjadi 200 ton per bulan.

Sementara itu, Sentra Food Indonesia menargetkan penjualan dan laba di tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 137 miliar dan Rp 3,7 miliar.

2 dari 2 halaman

BEI Yakin Lebih dari 57 Perusahaan Bakal IPO di Tahun Politik

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi yakin jumlah emiten baru yang akan melakukan Penawaran Umum Perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sepanjang tahun 2019 bisa mencapai lebih dari 57 perusahaan.

Menurutnya, pesta demokrasi yang dilakukan secara bersamaan tahun ini yakni pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), tak akan menyurutkan langkah beberapa perusahaan untuk mencatatkan saham di BEI. Kendati begitu, dia belum mau mengungkapkan berapa banyak perusahaan yang bisa diajakk untuk melantai di bursa saham Indonesia.

"Kami harapkan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2018, kami capai 57 perusahaan yang listing. Kami harapkan tahun ini bisa lebih dari itu. Berapa tepatnya? Belum bisa bilang, tapi arahnya lebih dari itu (57)," jelas dia di Gedung BEI, Rabu (2/1/2019).

Inarno menjelaskan, untuk mencapai target emiten baru tersebut, BEI telah menyiapkan sejumlah strategi. Itu antara lain adalah melalui program sosialisasi dan edukasi berkesinambungan ke berbagai perusahaan.

"Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan seperti perusahaan penjamin emisi efek (underwriter), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kita bisa coba, this is the time untuk masuk ke publik," ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2018, jumlah korporasi yang melakukan IPO saham meningkat 54 persen menjadi 57 perusahaan ketimbang 37 perusahaan di tahun 2017.

Adapun total dana publik yang berhasil dihimpun dari aksi pencatatan perdana saham tersebut mencapai Rp 16,01 triliun sepanjang tahun lalu. Angka itu meningkat 68 persen dibandingkan Rp 9,5 triliun pada 2017.

"Jadi ini merupakan jumlah pencatatan perdana saham tertinggi selama kurun waktu 26 tahun terakhir sejak swastanisasi Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Jumlah pencapaian ini juga merupakan yang terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2018," tandasnya.

Penumpang Mabuk Bikin Keributan di Pesawat

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Albizia Asean Perbesar Kepemilikan di Saham Produsen Pizza Hut
Artikel Selanjutnya
Rupiah Makin Perkasa, Penguatan IHSG Malah Terbatas