Sukses

BNI Minta Nasabah Waspada Penipuan Modus Daftar Layanan SMS Notifikasi

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menginformasikan kepada para nasabah untuk berhati-hati dengan kejahatan pembobolan rekening dengan modus pendaftaran layanan SMS Notifikasi melalui komunikasi telepon. Selama ini pendaftaran hanya bisa dilakukan di kantor cabang dan BNI tidak pernah berkomunikasi melalui telepon.

Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kiryanto menyampaikan, sehubungan dengan adanya penipuan dengan modus pendaftaran SMS Notifikasi melalui layanan telepon, BNI tidak pernah memiliki program atau paket pendaftaran layanan SMS Notifikasi melalui komunikasi telepon.

"Untuk mendapatkan layanan SMS Notifikasi, nasabah perlu melakukan Pendaftaran melalui Cabang BNI terdekat," jelas dia, Kamis (6/12/2018).

Selain itu, BNI juga tidak pernah meminta data BNI Debit Online seperti 16 digit VCN, 3 digit CVC, dan Valid Thru. "BNI juga tak pernah meminta nasabah untuk menyampaikan BNI Debit Online (VCN), baik melalui media telepon, SMS, email, ataupun media komunikasi lainnnya," kata dia. 

Ryan pun menjabarkan deskripsi layanan SMS Notifikasi & BNI Debit Online (VCN) yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat:

SMS Notifikasi

SMS Notifikasi merupakan fasilitas yang dapat digunakan Nasabah BNI untuk memantau aktivitas yang terjadi pada rekening BNI nasabah, dimana Nasabah akan mendapatkan informasi terkait akvititas rekeningnya tersebut melalui SMS.

Untuk pendaftaran layanan SMS Notifikasi, nasabah dapat mengunjungi Cabang BNI terdekat dengan membawa dokumen yang dibutuhkan.

BNI Debit Online

BNI Debit Online adalah suatu model pembayaran untuk transaksi belanja online di Toko/ Merchant Online dengan menggunakan Virtual Card Number (VCN). BNI debit online / VCN dapat di request melalui channel BNI Mobile Banking & BNI SMS Banking.

 

2 dari 4 halaman

Cara Jaga Data

Untuk menjaga keamanan data pribadi sehingga rekening tidak kebobolan, Ryan pun meminta nasabah untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

- Jaga selalu kerahasiaan data Anda seperti Data VCN, PIN/ Password Transaksi, Informasi Saldo Rekening.

- Jangan menyampaikan data tersebut ke pihak tidak berwenang termasuk petugas BNI.

- Jika informasi data tersebut diketahui oleh pihak yang tidak berwenang, maka konsekuensi bagi Nasabah adalah data tersebut dapat disalahgunakan.

- Mengganti password atau PIN secara reguler untuk menghindari penyalahgunaan pihak yang tidak bertanggung jawab

- Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi Cabang BNI terdekat atau hubungi BNI Call 1500046.

3 dari 4 halaman

Modus Penipuan

Sebelumnya, tersebar melalui aplikasi pesan bahwa marak terjadi penipuan yang mengatasnamakan pegawai BNI. Penipuan tersebut cukup canggih karena hanya melalui telepon saja maka oknum penipu bisa menguras isi rekening. 

Berikut petikan pesan berantai tersebut:

hati" penipuan dan pencurian uang semakin canggih lewat IT cyber.

Siang tgl 1 desember 2018 sy ditelp,

#"selamat siang ini dg ibu Dhasvianty,

#betul ini sy, ini dari mana?

# sy dari pihak bank BNI memberitahukan bahwa peraturan terbaru dari bank BNI bahwa setiap transaksi melalui sms bangking ibu kan dipotong Rp. 550?

#sy jwb betul

#ibu untuk peraturan terbaru dari BNI untuk transaksi sms bangking BNI ke 3346 dipotong 150rb/bln, apakah ibu bersedia

#sy jawab tidak bersedia

#baik ibu sy akan membantu ibu untuk melakukan registrasi ke 3346, tolong ibu ketik REQ VCN ke 3346.

#sy berpikir 3346 memang no resmi dari pihak Bank BNI yg sy biasa pakai berarti aman n sy ketik, muncul pemberitahuan dari 3346 sms bangking, ada angka2 tapi tidak sy beritahu ke pihak penipu

# bu registrasi sy cek dikomputer gagal,spy ibu tidak kena tarif baru 150rb/bln tolong ibu ketik TRF dengan angka2 sekian

#sy mulai curiga n sy bertanya, mas setau sy tg namanya TRF itu artinya transfer

#dia jawab bukan bu, TRF itu TARIF

#sy ketik lah TRF dg angka sekian2, muncul balasan sms banking bahwa benar itu transfer n kl sy setuju sy harus ketik 2 angka pin atm, sy sadar n tdk mau ketik pin, sy langsung tutup telp n cek saldo masih tetap tdk berkurang, sy lega n tidur ngeloni sikecil

#2 jam kemudian sy kaget dapat pemberitahuan dari sms bangking bahwa uang sy dibank ditarik 4x transaksi sampai ludes

#sy bingung kok bisa padahal sy tdk ada sama sekali memberitahukan no pin, no rekening dan nomor2 yg lain

#dan ternyata menurut pihak bank tadi siang ketika sy hanya ketik REQ VCN, penipu yg memang ahli IT sudah meretas tabungan sy dibank BNI, bahkan sy dilarang mengisi saldo lagi ditabungan no rekening yg sama krn penipu itu masih bisa mengambil uang sy dibank, krn penipu telah membuat kartu ganda atm sy dg nomor atm yg baru,

#dari pihak bank memberitahu bahwa ini model penipuan terbaru n tercanggih saat ini

#bahkan seminggu yg lalu adik dari pegawai bank BNI tabungannya jg dikuras 46juta, dan 2 karyawan bank BNI sendiri jg tabungannya dikuras 15jt dan 20jt

#pegawai bank tadi menjelaskan ke sy sambil menangis krn baru jg adiknya 1 rmh mengalami apa yg sy alami

#tolong ya ibu beritahu/ceritakan modus terbaru penipuan ini ke semua teman2, saudara2 ibu, semua sahabat n tetangga, agar jgn ada korban lagi

#kami pihak bank sudah berusaha mengamankan rekening dan data nasabah tapi yg namanya pihak penipu akan terus menciptakan teknologi terbaru spy bisa meretas, mencuri n menipu uang nasabah direkening bank.

#+6282133336454 ini no hp penipu itu n sampai sekarang masih aktif bahkan kemaren sore sy telp masih diangkat dan ketawa2 dan sy sms masih aktif.jadilah semakin banyak korbannya.

Sebagai peringatan!

Tidak ada bank yg resmi, dimanapun yg menelpon kpd nasabahnya.Dimana-mana bank selalu pasif, tidak mau telpon duluan. Selalu menunggu nasabah datang mengurus, kecuali sistem pelayanan online. Khususnya ada trouble cartu credit , cartu atm.

Itu ada peraturannya di buku tabungan dan di lembar pengisian aplikasi.

#Copas_semoga berguna

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Ingin Ganti iPhone Tiap Tahun, Pria Ini Nekat Tipu Asuransi
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Korban Penipuan Online Bisa Lapor Lewat Email?