Sukses

Terasa hingga Bali, Gempa Situbondo Tak Ganggu Pertemuan IMF-World Bank

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi yang berpusat di wilayah Situbondo, Jawa Timur, sebesar magnitudo 6,4 terasa hingga ke Bali, lokasi acara Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018.

Gempa yang terjadi pukul 01.44 WIB sempat membangunkan para tamu hotel di Pulau Dewata, salah satunya di kawasan Ungasan, Kuta Selatan.

Seperti diungkapkan Putri, salah satu tamu hotel. Dia menyatakan dirinya terbangun dan keluar dari kamar akibat goyangan gempa yang cukup kencang.

"Saya sampai kebangun. Kencang banget dan lumayan lama," ujar dia di Ungasan, Bali, Kamis (11/10/2018).

Hal senada juga diungkapkan Fatmah. Menurut dia, akibat goyangan gempa, lampu gantung di kamarnya bergerak hebat. Namun beruntungnya, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan di hotel yang ditempatinya.

"Iya (kencang). Lampu di kamar sampai goyang, tapi semoga tidak berlanjut," kata dia.

Dari pantauan Liputan6.com, usai gempa, suasana di Bali telah normal. Gempa ini juga tidak mengganggu kegiatan di Bali, khususnya kegiatan Pertemuan IMF-World Bank 2018. Jadwal pertemuan yang berlangsung pada hari ini masih berjalan seperti biasa.

Memang, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 yang digelar di Nusa Dua, Bali memasuki puncak acaranya pada Kamis (11/10/2018). Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun dijadwalkan akan hadir.

Sejumlah menteri dijadwalkan juga akan mendampingi seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaririman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawari, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan menteri lainnya.

"Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis, Kamis pekan ini.

Presiden diagendakan bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pertemuan tahunan (Annual Leaders Retreat).

Beberapa agenda lain yang dihadiri kepala negara adalah membuka seminar dan menghadiri forum investasi.

Pada malam harinya, Jokowi akan menghadiri ASEAN Leaders Gathering (ALG) yang dilanjutkan dengan makan malam bersama para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara tersebut.

Di sela-sela agenda tersebut, Presiden Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara dan pimpinan lembaga internasional yang hadir. 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

 

2 dari 2 halaman

Ini Penyebab Gempa Situbondo Kamis Dini Hari Tadi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Situbondo, Jawa Timur, yang terjadi pukul 01.44 WIB, disebabkan oleh sesar naik Flores. Hasil penelitian ilmuwan, sesar tersebut memang sedang aktif di beberapa bagian.

"Ini sesar naik yang ada di Flores memang lagi aktif di beberapa tempat," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly, di kantor BMKG, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, aktifnya sesar naik Flores ini disebabkan oleh pengaruh tumpukan tiga lempeng yang juga sedang aktif. Kondisi ini, lanjut dia, sangat menarik karena unik. Oleh karena itu, perlu dibuat peta baru tentang sesar tersebut.

"Melihat pagi ini ada aktivitas gempa di antara Situbondo dan Sumenep, maka tampaknya memang berdasarkan dari pola mekanismenya ada hubungan benang merah yang ada di Flores. Ini menjadi kejadian yang menarik, perlu dipetakan dan perlu dibuat peta baru," tutur Muhamad Sadly.

Dia menjelaskan Indonesia memang masuk dalam kawasan seismik aktif dan kompleks. Ada 6 zona subdaksi di Tanah Air.

"Masing-masing zona subdaksi masih dirinci lagi menjadi segmen-segmen megathrust yang berjumlah 16. Sesar aktif teridentifikasi 295 sumber gempa sesar aktif," lanjut Rahmat dalam konferensi pers soal gempa Situbondo.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 14 kali lindu susulan usai gempa Situbondo, Jawa Timur bermagnitudo 6,3 yang mengguncang Kamis dini hari tadi. Namun, kekuatan lindu susulan ini tidak sebesar gempa Situbondo pukul 01.44 WIB tadi.

"Kekuatan gempa terus mengecil. Kekuatannya magnitudo 2,5-3,5 ya," ujar Humas BMKG Hary Djatmiko, saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Namun, warga juga harus tetap waspada.

 

 

Loading
Artikel Selanjutnya
BMKG: Jangan Percaya Ramalan Gempa
Artikel Selanjutnya
Ketakutan Warga Pesisir Sumenep Akan Terjadi Tsunami Saat Gempa Situbondo