Sukses

Suka Cokelat? Perusahaan Ini Buka Lowongan untuk Kamu

Liputan6.com, Alba - Perusahaan Nutella yang berasal dari Italia membuka lowongan bagi mereka yang ingin dibayar sembari memakan produk coklat. Syaratnya mudah: Kamu harus mencintai cokelat dan hazelnut.

Dilansir dari Moneyish, posisi ini dibuka untuk 60 orang yang akan menjadi hakim citarasa dari bahan-bahan membuat selai. Para pegawai yang diterima akan diboyong ke laboratorium Nutella di Alba, sebuah kota di utara Italia. 

Nantinya, para pegawai akan diberi pelatihan terlebih dulu agar bisa betul-betul merasakan, mencium, dan menggambarkan bahan-bahan yang mereka makan. Pelatihan yang diadakan Nutella akan berlangsung selama tiga bulan dan peserta akan tetap diupah selama program pelatihan berlangsung.

"Kami sedang mencari orang-orang yang ingin belajar cara merasakan kokoa, biji hazelnut dan produk-produk manis yang hampir selesai lain," tulis deskripsi pekerjaan tersebut yang aslinya berbahasa Italia.

Pada akhir pelatihan, peserta yang dianggap cocok akan dipekerjakan. Pekerjaannya pun cukup dua kali seminggu selama dua jam per hari.

Pekerjaan pencicip makanan ini bukanlah hal baru di dunia pekerjaan. Sebelumnya, Cadburry membuka posisi untuk pencicip cokelat profesional. Syaratnya? Peserta harus memberikan feedback secara objektif dan jujur.

2 dari 2 halaman

Warga Kota Ini Patungan Rp 18,5 Miliar Selamatkan Industri Cokelat

Sebuah kampanye patungan publik (crowdfunding) diadakan di Selandia Baru untuk menyelamatkan tradisi pembuatan coklat di Dunedin, kota terbesar kedua di negara tersebut. Dari kampanye yang diadakan, uang patungan yang terkumpul mampu menyentuh nilai fantastis, yakni sebesar USD 1,3 juta.

Perusahaan coklat asal Selandia Baru Mondelez International mengumumkan pada awal tahun bahwa mereka ingin menutup pabrik Cadbury di Dunedin yang telah berusia 80 tahun. Mereka akan pindah ke pabrik yang lebih besar di Australia. Ini bisa mengakibatkan 350 pegawai kehilangan lapangan kerja.

Sebuah komunitas bernama Save the Factory tadinya ingin menyelamatkan pabrik coklat tersebut. Sayangnya, mereka gagal untuk membeli pabrik tersebut setelah mengajukan penawaran 20 juta dollar Selandia Baru.

Akhirnya, seperti dikutip dari Huffington Post, Save The Factory bekerja sama dengan produsen coklelat Ocho untuk mengembangkan bisnis tersebut. Harapannya, tenaga kerja yang ditinggalkan Mondelez International akan bisa direkrut di perusahaan gabungan itu.

Untuk bisa menambah biaya operasional, mereka akhirnya membuka penggalangan dana. Setiap orang yang menyumbang donasi sebesar USD 100 akan menerima satu saham di perusahaan baru itu, dan 20 persen dari produksi cokelat untuk persediaan seumur hidup.

Pemilih Ocho, Liz Rowe mengatakan, donasi yang dilakukan masyarakat menunjukkan pentingnya cokelat dan lapangan pekerjaan bagi warga Dunedin. "Salah satu nilai dari perusahaan baru adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Perjalanan Panjang Cokelat Masuk ke Indonesia dan jadi Simbol Romantisme
Artikel Selanjutnya
Uni Eropa Akan Larang Penjualan Cokelat yang Berasal dari Lahan Deforestasi