Sukses

MUFG Tingkatkan Investasi di Bank Danamon

Liputan6.com, Jakarta - MUFG Bank (Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ) mengumumkan telah meningkatkan investasi di PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjadi 40 persen sehingga jadi pengendali saham perseroan.

MUFG Bank akuisisi secara langsung dan tidak langsung saham tambahan sebanyak 20,1 persen milik Asia Financial Indonesia Pte Ltd dan entitas terafiliasi lainnya.

Aksi korporasi ini sebagai bagian dari tahap dua dari transaksi yang diajukan seperti yang diumumkan pada 26 Desember 2017.

Saham tambahan sebesar 20,1 persen di Bank Danamon diperoleh berdasarkan penilaian Danamon dengan harga Rp 8.921 per saham (USD 0,62). Jumlah investasi sekitar Rp 17,18 triliun atau sekitar USD 1,19 miliar. Demikian mengutip keterangan tertulis, Sabtu (4/8/2018).

Harga tersebut berdasarkan pada price book value pada kuartal II 2018 dari dua kali dengan penyesuaian tertentu yang diterapkan. Setelah tahap kedua, AFI anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte Ltd akan tetap jadi pemegang saham pengendali di Bank Danamon dengan kepemilikan saham sebesar 33,8 persen.

MUFG Bank Regional Executive for Asia, Takayoshi Futae menuturkan, penyelesaian tahap 2 dari kerja sama strategis antara MUFG Bank dan Bank Danamon merupakan tonggak penting dan menambah momentum bagi upaya perseroan yang sedang berlangsung untuk eksplorasi sinergi bersama.

"Kami telah melakukan beberapa diksusi mendalam dan produktif dengan Danamon sejak bergabung sebagai mitra usaha pada bulan Desember dan kami yakin bahwa akan muncul berbagai ranah kolaborasi bisnis yang dapat kami kerjakan bersama," kata dia.

"Lebih penting lagi, penyelesaian Tahap 2 ini memberi kami dorongan bahwa komitmen MUFG Bank untuk berkontribusi pada ekonomi Indonesia diterima dengan baik oleh para pemangku kepentingan dan regulator kami, dan kami merasa sangat terhormat serta berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka," tambah Futae.

 

2 dari 2 halaman

Transaksi Saham Bank Danamon Capai Rp 16,3 Triliun di Pasar Nego

Sebelumnya, transaksi saham mencapai Rp 23 triliun menjelang akhir pekan ini. Lonjakan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu didorong ada transaksi saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) di pasar negosiasi pada Jumat 3 Agustus 2018.

Berdasarkan data RTI, saham PT Bank Danamon Tbk turun 0,50 persen ke posisi 6.592 per saham di pasar negosiasi. Total frekuensi perdagangan saham empat kali. Nilai transaksi harian saham Rp 16,3 triliun.

Di pasar negosiasi, saham BDMN tercatat di posisi tertinggi 8.921 dan terendah 6.592. Kemungkinan transaksi tersebut dibantu PT Mandiri Sekuritas dan PT Credit Suisse Sekuritas.

Transaksi saham tersebut masing-masing mencapai Rp 16,4 triliun dan Rp 16,2 triliun di kedua perusahaan sekuritas itu.

Di pasar regular, saham BDMN naik 1,14 persen ke posisi Rp 6.650 per saham. Saham PT Bank Danamon Tbk ditransaksikan di level tertinggi 6.850 dan terendah 6.400 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.554 kali.

Kemungkinan transaksi tersebut berkaitan dengan investasi MUFG Bank yang meningkatkan saham di PT Bank Danamon Indonesia menjadi 40 persen.

MUFG Bank akuisisi secara langsung dan tidak langsung saham tambahan sebesar 20,1 persen milik Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd dan entitas terafiliasi lainnya. Ini sebagai bagian dari tahap dua dari transaksi yang diajukan. Demikian mengutip dari keterangan tertulis Selasa 31 Juli 2018.

MUFG Bank berencana menyelesaikan pengambilalihan atas 20,1 persen kepemilikan saham tambahan sesegera mungkin sesuai dengan peraturan dan prasyarat penyelesaian yang biasa diterapkan dalam transaksi serupa. Para pemegang saham disarankan berhati-hati ketika memperdagangkan sahamnya.

 

Loading