Sukses

Harga Minyak Dunia Naik Bakal Percepat Investasi Sektor Energi

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengharapkan harga minyak dunia meningkat juga dapat mendorong makin cepat investasi di sektor energi dan sumber daya mineral.

Kepala SKK Migas, Amien Suryanadi, mengatakan, investasi migas saat ini masih rendah. Dari rencana USD 14,3 miliar pada 2018, baru sekitar USD 2,4 miliar yang terealisasi. Angka tersebut baru 17 persen dari total target investasi.

"Kalau seperempat tahun seharusnya 25 persen. Ini masih 17 persen tak seperti yang kami harapkan. Tentu ini ingin naik lebih dari 17 persen, paling tidak 25 persen. Harga minyak dunia naik dorong percepatan investasi," ujar Amien, seperti ditulis Selasa (17/4/2018).

Mengutip Reuters, Selasa 17 April 2018, harga minyak mentah Brent berjangka turun USD 1,16 pada ke level USD 71,42 per barel. Sementara harga minyak berjangka AS turun USD 1,17 ke level USD 66,22 per barel.

Selain itu, SKK Migas juga mengharapkan dukungan ada insentif tax holiday di industri hulu migas oleh Kementerian Keuangan. Saat ini, industri hulu migas belum mendapatkan insentif tax holiday. Pihaknya akan meyakinkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar industri hulu minyak dan gas (migas) mendapatkan fasilitas tax holiday.

Hal itu mengingat produksi migas bukan hanya berpengaruh pada penerimaan negara tetapi juga cadangan devisa. Pihaknya juga akan kembali bertemu dengan Kementerian Keuangan untuk membahas fasilitas tax holiday tersebut pada Jumat pekan ini.

"Produksi migas juga amankan cadangan devisa. Karena kalau produksi rendah, impor growth, cadangan devisa tergerus yang repot Kemenkeu," ujar Amien.

Ia menilai, fasilitas tax holiday juga merupakah insentif positif untuk mendorong investasi di industri hulu migas. Insentif tax holiday di industri hulu migas tersebut dapat mendorong aktivitas manufaktur. Amien menilai, kalau pemerintah tak akan rugi dengan memberi tax holiday buat industri hulu migas.

"Masalah insentif dalam bentuk nendang tax holiday. Proyek sekaliber itu jalan banyak pabrikasi hidup lagi putaran ekonomi tinggi perputaran pajak tinggi. Estimasi kami tak rugi beri tax holiday di hulu," kata Amien.

Terkait lifting minyak di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, Amien menuturkan, usaha sudah dilakukan untuk menambah produksi lifting minyak di banyak tempat. Namun, ia memperkirakan target 80 ribu barel oil per day (BOPD) belum akan tercapai pada 2018. “Sebanyak 97 persen akan tercapai, dan itu sudah tinggi,” kata dia.

 

1 dari 2 halaman

Pemerintah Siapkan Kebijakan Jika Harga Minyak Dunia Melambung

Sebelumnya, Arab Saudi berencana menaikkan harga minyak mentah mereka ke angka USD 80 per barel. Tentu saja rencana tersebut akan berdampak kepada harga minyak mentah dunia.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan stategi khusus sebagai antisipasi karena kenaikan harga minyak dunia akan berdampak kepada kepada daya beli masyarakat. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, selama ini harga minyak dunia terus terombang-ambing sehingga sulit untuk diprediksi.

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan stategi antisipasi dengan mempelajari riwayat kenaikan harga minyak serta efek yang ditimbulkan.

"Tugas kami adalah bagaimana caranya mengantisipasi kenaikan atau penurunan harga ini sehingga bisa tidak banyak berdampak. Bagaimana caranya, inilah yang sedang kita pelajari," ungkapnya kepada awak media di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis 12 April 2018.

"Yang jelas, salah satu yang diinstruksikan pak Presiden (Joko Widodo) pertama adalah menyangkut ketersediaan BBM (bahan bakar minyak) jenis Premium bahwa itu harus terlaksana di NKRI," kata dia.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pemerintah Putuskan 100 Persen Hak Kelola 8 Blok Terminasi kepada Pertamina
Artikel Selanjutnya
Harga Minyak Turun karena Risiko Konflik Suriah Mereda