Sukses

Mengintip Penjara Mewah Khusus Teroris di Arab Saudi

Liputan6.com, Riyadh - Penjara Al-Ha'ir dan The Prince Mohammed bin Nayef Centre adalah dua dari fasilitas Arab Saudi yang digunakan untuk menampung lebih dari 5.000 narapidana. Mereka yang berada di sini sebagian besar didakwa dengan tuduhan tindak pidana terorisme.

Meski diberi nama penjara, fasilitas yang ada di tempat ini sangat jauh dari kesan menyeramkan. Justru, narapidana bisa menikmati berbagai ruangan bak hotel bintang lima.

Penjara ini memberikan berbagai kenyamanan dan kebebasan bagi para tahanan. Beberapa fasilitas yang ada termasuk sebuah kamar hotel yang bisa digunakan tahanan untuk beristirahat dan berhubungan kembali dengan sanak keluarganya.

foto: getty image

foto: gettyimage

Narapidana yang ada di penjara ini bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang, gym, lapangan sepak bola, tenis hingga ruang santai. Bagian luar penjara dipercantik dengan tatanan halaman dengan rumput yang rapi.

Sel-sel yang dihuni tahanan cukup luas lengkap dengan tempat tidur dan kamar mandi. Tahanan mendapatkan perawatan psikologis, termasuk memiliki ruang ibadah sendiri.

foto: getty image

foto: gettyimage

Pihak Pemerintah Arab Saudi mengungkap, beberapa fasilitas ini memang sengaja diberikan sebagai cara alternatif mengubah paradigma yang dianut para teroris. Narapidana juga didampingi oleh psikolog yang membantu mereka memberi pemahaman baru akan ilmu agama dan kejiwaan.

Simak video menarik di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Tak hanya sampai di situ, pemerintah Arab Saudi sadar bahwa keluarga berperan besar terhadap proses pemulihan psikologis para tahanan.

Untuk itu mereka memberikan subsidi bagi keluarga tahanan berupa uang sewa rumah, makanan, biaya sekolah hingga tiket pesawat yang bisa digunakan untuk menjenguk. Pemerintah bahkan membayar penuh biaya mantan narapidana yang ingin menikah dan memulai hidup baru.

Sebelumnya, dalam laporan Amnesty International, Pemerintah Saudi sering melaksanakan hukuman mati kepada para pelaku teror. Pada 2013 misalnya, ada 79 teroris yang dihukum mati. Penanganan yang keras nyatanya menyebabkan aksi terorisme terus berulang.

Dilansir Quartz.com, penjara Al Ha’ir adalah bentuk pendekatan baru Pemerintah Arab Saudi terhadap teroris. Jenderal Mansour al-Turki selaku juru bicara Kementerian Arab Saudi menyebut bahwa penanganan di penjara adalah krusial.

“Jika kita tidak dapat mengubah mereka di penjara, maka kita akan membiarkan mereka kembali ke organisasi teror,” cerita Turki.

Perubahan pendekatan salah satunya lewat renovasi penjara Al-Ha’ir. Penambahan fasilitas penjara tersebut menelan biaya setidaknya US$ 35 juta.

Loading