Sukses

Eropa Lirik Produk Air Kelapa dan Gula RI

Liputan6.com, Jakarta - Pameran pariwisata internasional (International Fair of Tourism ke-38 di Beograd, Serbia menjadi ajang pemerintah membawa produk asli Indonesia ke ke kancah dunia. Kopi, teh, dan produk berbasis kelapa seperti air kelapa (coconut water) dan gula kelapa (coconut sugar) diserbu pengunjung.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Budapest, Hikmat Rijadi mengakui produk asli Indonesia mendapat apresiasi secara luas oleh pasar Eropa. Peluang pasar ini akan dimanfaatkan pemerintah untuk terus mendiversifikasi produk.

 

"Pasar Eropa Tenggara sangat menjanjikan. Kami akan terus melakukan diversifikasi produk," tegas Hikmat dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Pameran International Fair of Tourism merupakan pameran pariwisata terbesar di kawasan Eropa
Tenggara. Partisipasi Indonesia disokong sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia
(KBRI) Beograd, Kementerian Pariwisata RI, dan ITPC Budapest.

"Kita membawa produk berbasis kelapa, kopi, dan teh. Kopi, teh Indonesia sangat diminati para pengunjung paviliun Indonesia. Kopi Jawa dan Sumatera habis diserbu pengunjung dalam waktu dua hari pameran," jelas Hikmat.

Beberapa pengusaha Serbia bahkan tertarik mendatangkan kopi, teh, dan gula kelapa Indonesia ke Serbia. "Pameran ini bertujuan untuk menarik wisatawan Serbia agar berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia," kata Hikmat.

Dari catatannya, pameran ini menyedot sekitar 70 ribu pengunjung. Pesertanya mencapai 1.100 peserta dari 50 negara.

Sementara tahun ini, tercatat lebih dari 75 ribu pengunjung datang ke pameran pariwisata terbesar di Eropa Tenggara itu dan diikuti lebih dari 1.150 peserta dari berbagai negara di seluruh dunia.

Mengusung tema `Wonderful Indonesia`, Paviliun Indonesia yang menampilkan aneka kerajinan tangan khas Indonesia dan beragam sajian makanan dan minuman tradisional ini dikunjungi Perdana Menteri Serbia Aleksandar Vucic, dan Walikota Beograd

“Kerjasama promosi seperti ini akan terus kita lakukan ke beberapa negara di kawasan Eropa
Tengah dan Timur,” jelas Hikmat. (Fik/Ndw)