Sukses

Gejolak Malaysia Tak Ganggu Ekspor Produk IKM RI

Liputan6.com, Jakarta - Gejolak ekonomi yang tengah dihadapi oleh Malaysia dinilai belum mengganggu ekspor produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia ke negara tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Nina Tursina mengatakan selama ini Indonesia mengandalkan beberapa jenis produk IKM untuk diekspor ke negeri jiran, seperti busana muslim, aksesoris, furnitur, makanan dan minuman.

"Produk IKM seperti busana muslim banyak ekspor ke Malaysia, juga ke Timur Tengah," ujar Nina di Jakarta, Senin (31/8/2015).

Dia menjelaskan, keempat produk tersebut mayoritas mengandalkan bahan baku lokal, maka nilai tukar rupiah melemah malah membawa keuntungan bagi para pelaku usaha tersebut.

"Seperti furnitur, karena rupiah melemah, buyer menganggap bahwa produk dari sini jadi lebih murah dibandingkan dari negera lain. Ini positifnya," kata dia.

Meski demikian, pelaku IKM juga mengalami kendala, salah satunya soal permodalan. Untuk dapat meningkatkan kapasitas produksinya, para pelaku membutuhkan tambahan modal. Hal ini yang dirasa masih sulit didapatkan.

"Kita harusnya bantu mendorong industri-industri kecil seperti ini yang orientasinya ekspor. Bantu dengan kemudahan penambahan modal. Kita harus bisa ambil moment seperti ini," jelas Nina.

Sementara dari sisi kualitas, Nina yakin produk-produk yang dihasilkan di Indonesia mampu bersaing dengan baik dari produk Malaysia. Bahkan produk di negeri jiran tersebut di nilai banyak mencontoh produk Indonesia.

"Kalau produk makanan dan minuman memang agak ribet, karena banyak syarat-syaratnya. Tapi yang penting kita bisa menambah modal, karena karena harga dan kualitas kita bersaing. Tapi Malaysia lama-lama juga bisa bikin sendiri di negerinya, karena ada bantuan dari pemerintahnya, bahan bakunya juga banyak. Tapi desain kita lebih bagus, kadang Malaysia masih andalkan desain dari kita," ujar Nina. (Dny/Ahm)

Loading