Sukses

Ralali Tumbuh dengan Menjadi Painkiller

Liputan6.com, Jakarta - Seperti yang pernah diberitakan Liputan6.com sebelumnya melalui artikel berjudul, "Ingin raih Rp 33 Miliar Buat Bisnis Baru? Ini 2 Kuncinya", Ralali sebagai salah satu startup Indonesia menceritakan keberhasilan mendapatkan pendanaan tahap kedua dari East Ventures dan dua perusahaan investasi kenamaan asal Jepang.

Sekarang, mari kita mengulik informasi mengenai Ralali dengan lebih mendalam, khususnya mengenai rahasia pertumbuhan bisnis. Irwan Suryady General Manager Ralali mengungkapkan, tidak ada yang terlalu spesial dengan model bisnis kami sehingga mampu meraih pertumbuhan bisnis seperti saat ini.

"Yang kami lakukan adalah menjadikan produk kami sebagai painkiller. Ralali memberikan solusi dalam bentuk platform teknologi kepada setiap bisnis di Indonesia," ujar Irwan, seperti dikutip Kamis (27/8/2015).

Sebagai startup, Ralali menyadari agar berhasil mendapatkan perhatian konsumen tanpa perlu susah payah dan mampu membangun bisnis yang mampu tumbuh berganda alias scalable, Ralali harus menawarkan produk yang bersifat “painkiller”.


Irwan melanjutkan, Ralali melihat banyak produsen dan distributor produk industri di Indonesia mengalami masalah dalam hal menjangkau dan berkomunikasi dengan para calon pelanggan. Sedangkan di sisi para pebisnis yang membutuhkan produk-produk industri, khususnya MRO (Maintenance, Repair, Operational), mereka mengalami masalah dalam hal pengadaan barang-barang industri secara efektif dan efisien.


Ralali kemudian memosisikan diri sebagai pemecah masalah dunia B2B (Business-to-business) tersebut dalam bentuk platform teknologi yang menyediakan beragam produk industri dan berbagai macam merek. "Strategi membangun produk yang bersifat painkiller ini bisa dikatakan salah satu faktor utama kesuksesan pertumbuhan bisnis Ralali," kata Irwan.


Irwan juga berkenan memberikan masukan bagi para pelaku start-ups lainnya di Indonesia. Irwan menyarankan, milikilah pandangan kritis terhadap bisnis yang kita jalani, dari perspektif para calon pelanggan kita. "Cari tahu apa masalah mereka, kebutuhan mendesak mereka hari ini, dan bantu atasi masalah mereka dengan kemampuan dan sumber daya yang ada," ujar Irwan.


Dengan pendekatan bisnis ini, start-ups yang kita jalankan akan lebih menarik di mata pelanggan dan investor prospektif. Dengan adanya kesempatan pasar semakin luas dan potensi pendapatan semakin meningkat, start-ups kita menjadi lebih menarik. (Ilh/Ahm)