Sukses

Menutup Pekan, IHSG Melemah 9,56 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Meski sempat dibuka menghijau, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (10/4/2015) ini terus tertekan. Aksi jual investor asing mempengaruhi laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham pukul 16.00 WIB, IHSG melemah 9,56 poin (0,17 persen) ke level 5.491,34. Indeks saham LQ45 juga turun 0,28 persen ke level 953,88. Sebagian besar indeks saham acuan berada di zona merah kecuali indeks saham DBX yang menguat 0,42 persen ke level 738,950.

Ada sebanyak 112 saham menghijau tapi tak mampu mendorong IHSG ke level positif. Sementara itu, 163 melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 104 saham lainnya diam di tempat.

Pada hari ini, IHSG berada di level tertinggi 5.509 dan terendah 5.471,39. Transaksi perdagangan saham hari ini cenderung tipis. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 199.52 kali dengan volume perdagangan saham 5,67 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,19 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham perkebunan yang menguat 0,17 persen dan sektor saham infrastruktur yang naik 0,01 persen. Hari ini, sektor saham pertambangan memimpin pelemahan dengan turun 0,65 persen, sektor saham industri dasar melemah 0,47 persen, dan sektor saham manufaktur melemah 0,27 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing di pasar reguler melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 100 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli sebesar Rp 100 miliar.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks hari ini antara lain saham SIPD menanjak 24,66 persen ke level Rp 910 per saham, saham CENT menguat 21,12 persen ke level Rp 195 per saham, dan saham BRMS mendaki 14,38 persen ke level Rp 183 per saham.

Saham-saham yang menekan indeks saham antara lain saham ERTX melemah 11,35 persen ke level Rp 820 per saham, saham BBLD turun 10 persen ke level Rp 1.305 per saham, dan saham HOME turun 9,5 persen ke level Rp 181 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, pada perdagangan hari ini IHSG masih berputar-putar di sekitar suport 5.160 hingga 5.165. 

Bursa Asia sendiri ditutup dengan signal negatif dimana Hang Seng Hong Kong ditutup di bawah suport. "Tetapi memang, selama ini sinyal yang diberikan oleh Hang Seng selalu sedikit menipu," jelasnya.

Satrio melanjutkan, investor asing melakukan aksi jual dengan nilai yang cukup signifikan yaitu mencapai Rp 200 miliar baik untuk pasar reguler maupun pasar negosiasi. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab IHSG tertekan pada hari ini.