Liputan6.com, Singapura - Bank sentral di Asia mulai dari bank sentral Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Selandia Baru akan melakukan pertemuan pada Kamis pekan ini. Satu dari empat bank sentral ini diharapkan akan mengambil langkah untuk kebijakan moneternya.
1. Indonesia
Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuannya/BI Rate di kisaran 7,5 persen. Hal itu mempertimbangkan defisit neraca perdagangan dan inflasi. Tercatat defisit neraca perdagangan mencapai US$ 1,9 miliar pada April 2014 dari surplus US$ 673 juta pada Maret 2014.
Advertisement
Selain itu, faktor lain yang menentukan BI Rate yaitu inflasi. Inflasi mencapai 7,32 persen pada Mei dari periode April 2014 di kisaran 7,2 persen. Angka itu atas perkiraan sekitar 3,5 persen-5,5.
Berdasarkan poling yang dilakukan Reuters, enam dari delapan analis memperkirakan, BI tetap mempertahankan BI Rate hingga akhir tahun 2014.
"Dengan lonjakan inflasi, kami berpikir bank sentral kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk waktu lebih lama. Hal ini untuk mengurangi risiko, dan mempertahankan suku bunga riil yang positif untuk mengatasi gejolak rupiah," ujar Santitarn Sathirathai, Analis Credit Suisse seperti dikutip dari CNBC, Rabu (11/6/2014).
2. Korea Selatan
Bank of Korea juga diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 2,5%. Sejumlah analis memperkirakan, bank sentral Korea Selatan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2014, dan tahun 2015.
Meski demikian, Credit Suisse mengharapkan, bank sentral lebih bersikap fleksibel. "Meski pun ekonomi eksternal dan domestik telah berangsur-angsur membaik, kemungkinan masih ada gejolak. Oleh karena itu, bank sentral Korea tetap berhati-hati dan menunda dimulainya proses normalisasi suku bunga," seperti dikutip dalam sebuah laporan.
Selain itu juga, inflasi rendah masih menjadi kendala utama bank sentral Korea. Pada Mei 2014, indeks harga konsumen naik ke level tertinggi sebesar 1,7% dalam 19 bulan, dan itu masih di bawah target 2,5 persen-3,5 persen.
3. Selandia Baru
Sementara itu, Reserve Bank of New Zealand diperkirakan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 3,25 persen. Hal itu setelah pejabat bank sentral Selandia Baru mengisyaratkan suku bunga acuan akan naik dalam pertemuan pada April.
Namun, Managing Director FX Strategy BK Asset Management, Kathy Lien menilai, tingkat suku bunga tidak akan berubah dikarenakan ada penurunan data ekonomi. Hal itu melihat penurunan belanja konsumen, aktivitas manufaktur, dan pertumbuhan perumahan.
Selain itu, Lien mencatat bahwa masalah terbesar ekonomi adalah runtuhnya harga susu. Susu merupakan sepertiga dari ekspor dengan dan harga turun lebih dari 20 persen sejak Februari. "Dengan latar belakang itu maka akan sangat sulit bagi bank sentral Selandia Baru untuk melanjutkan pengetatan," ujar Lien.
4. Jepang
Tidak ada tindakan yang diharapkan dari Bank of Japan seiring produk domestik bruto (PDB) yang menguat dan data belanja modal untuk mendorong pemulihan ekonomi. Menurut Kathy Lien, asalkan data yang terus membaik tidak akan ada urgensi untuk meningkatkan stimulus. (Ahm/)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/670044/original/bank%201.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460734/original/054191800_1767277184-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315822/original/6919500_1785899051-Pejabat_Gubernur_Sementara_Bank_Indonesia__BI__Destry_Damayanti_saat_Konferensi_Internasional_Bulletin_of_Monetary_Economics_and_Banking__BMEB__ke-20_dan_Call_for_Papers_di_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103062/original/041640700_1658923820-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/835074/original/095573900_1427174835-The-Fed-1-20150324-Johan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309644/original/095690800_1785233183-12532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)