Pierpaolo Piccioli Tinggalkan Balenciaga Setelah 16 Bulan Berkarya

Pierpaolo Piccioli tinggalkan bangku direktur kreatif Balenciaga setelah 16 bulan

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 07 November 2026, 10:30 WIB
Pierpaolo Piccioli ditunjuk jadi direktur kreatif baru Balenciaga. (dok. Instagram @pppiccioli/https://www.instagram.com/p/DJ11q9Lt5bA/)

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Pierpaolo Piccioli di Balenciaga resmi berakhir. Desainer asal Italia tersebut meninggalkan posisi creative director rumah mode asal Paris itu pada 5 November 2026, setelah menjalani masa kepemimpinan selama sekitar 16 bulan. Kepergiannya menandai berakhirnya babak singkat yang membawa pendekatan romantis, sentuhan couture, dan eksplorasi siluet lebih artistik ke dalam identitas Balenciaga.

Kering, perusahaan induk Balenciaga, mengumumkan kepergian Piccioli melalui pernyataan resmi. CEO Kering, Luca de Meo, menyebut Piccioli sebagai sosok couturier dan talenta kreatif yang luar biasa. Sementara itu, CEO Balenciaga Gianfranco Gianangeli mengapresiasi kontribusinya dalam memperkuat kembali akar couture rumah mode tersebut melalui craftsmanship, konstruksi, dan kreativitas.

Meski tidak mengungkapkan alasan resmi di balik perpisahan tersebut, kepergian Piccioli terjadi di tengah perubahan strategi kreatif Kering dan tantangan performa bisnis sejumlah rumah mode di bawah naungannya. Sebelum dipercaya memimpin Balenciaga, Pierpaolo Piccioli telah memiliki perjalanan panjang di industri fashion. Namanya paling dikenal melalui kiprahnya selama 25 tahun di Valentino, rumah mode Italia yang berhasil ia bawa menuju era baru dengan pendekatan couture yang romantis, penuh warna, dan emosional.

Mengutip Vogue, Piccioli memulai perjalanan profesionalnya di dunia fashion setelah menempuh pendidikan sastra di Roma. Ia sempat menjalani internship di Brunello Cucinelli sebelum bergabung dengan Fendi bersama Maria Grazia Chiuri. Keduanya kemudian bergabung dengan Valentino pada 1999 sebagai desainer aksesori.

 

Perjalanan Karier Pierpaolo Piccioli Sebelum Balenciaga

Pierpaolo Piccioli berpose di karpet merah saat tiba untuk 'The Prelude to the Olympics' di The Fondation Louis Vuitton di Paris pada 25 Juli 2024, menjelang Olimpiade Paris 2024. (JULIEN DE ROSA/AFP)

Di Valentino, Piccioli dan Chiuri mulai membangun identitas kreatif yang menggabungkan warisan klasik rumah mode dengan pendekatan desain yang lebih modern. Pada 2008, keduanya dipercaya menjadi co-creative directors Valentino, menggantikan Alessandra Facchinetti.

Ketika Maria Grazia Chiuri meninggalkan Valentino untuk bergabung dengan Dior pada 2016, Piccioli melanjutkan kepemimpinannya sebagai creative director tunggal.

Selama masa tersebut, Piccioli dikenal melalui kemampuannya mengolah couture menjadi karya yang tidak hanya mewah, tetapi juga memiliki sisi emosional. Ia mengeksplorasi siluet dramatis, volume skulptural, permainan warna yang berani, serta detail craftsmanship yang presisi.

Salah satu ciri khas yang melekat pada era Piccioli di Valentino adalah penggunaan warna-warna ekspresif, termasuk fuchsia yang kemudian dikenal luas sebagai Valentino Pink PP. Ia juga memperluas perspektif couture melalui desain yang lebih inklusif dan interpretasi keindahan yang tidak terpaku pada standar konvensional.

Setelah meninggalkan Valentino pada Maret 2024, Piccioli kemudian ditunjuk sebagai creative director Balenciaga pada Mei 2025. Penunjukan tersebut menjadi langkah baru dalam kariernya, sekaligus menghadirkan tantangan untuk menerjemahkan identitas personalnya ke dalam DNA rumah mode yang memiliki karakter avant-garde kuat.

 

Bagaimana Pierpaolo Piccioli Mengubah Estetika Balenciaga?

Barbara Palvin tampil lebih kasual dengan jaket kulit oversized yang dipadukan dengan rok denim beraksen washed. Perpaduan ini memberi kesan effortless, namun tetap kuat, sebuah interpretasi nyata dari keseimbangan antara softness dan strength.

Balenciaga sebelumnya berada di bawah arahan Demna selama hampir satu dekade. Di era tersebut, rumah mode ini dikenal melalui estetika streetwear, siluet oversized, desain provokatif, serta pendekatan fashion yang kerap mengangkat ironi dan budaya populer.

Kehadiran Piccioli membawa perubahan arah yang cukup terasa. Ia tidak sepenuhnya menghapus kode desain Demna, tetapi berupaya menyeimbangkannya dengan warisan couture Cristóbal Balenciaga, sang pendiri rumah mode.

Dalam debut koleksi Spring/Summer 2026, Piccioli menghadirkan pendekatan yang lebih refined dan klasik. Ia menelusuri arsip Cristóbal Balenciaga, termasuk referensi pada sack dress ikonis 1957, kemudian menginterpretasikannya melalui siluet kontemporer.

Menurut ulasan The National, desain Piccioli mulai memperlihatkan perpaduan antara bentuk arsitektural khas Balenciaga dengan pendekatan yang lebih lembut. Elemen streetwear dari era Demna tetap hadir melalui bomber jacket bervolume, oversized glasses, serta potongan busana yang eksperimental, tetapi diberi sentuhan romantis melalui detail fringing berkilau dan aplikasi bunga pada material.

Perubahan ini juga terlihat dalam cara Piccioli memperlakukan warna dan konstruksi busana. Jika Balenciaga di era Demna kerap menonjolkan palet gelap dan estetika yang terasa distopian, Piccioli menghadirkan warna-warna lebih ekspresif, volume dramatis, dan sentuhan feminin yang kuat.

 

Couture Kembali Menjadi Pusat Kreativitas Balenciaga

Gigi Hadid di di Balenciaga Haute Couture 2026. (dok. Instagram @balenciaga)

Salah satu kontribusi paling signifikan Piccioli adalah penekanannya kembali pada couture sebagai fondasi kreativitas Balenciaga.

Pada Juli 2026, ia mempersembahkan koleksi haute couture pertamanya untuk rumah mode tersebut. Koleksi ini menampilkan siluet skulptural, cape dramatis, gaun berukuran besar, serta penggunaan warna seperti fuchsia, mulberry, turquoise, dan hijau.

Piccioli juga menyoroti pentingnya craftsmanship melalui proses pembuatan busana. Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa Balenciaga memiliki sejarah panjang sebagai rumah couture yang dikenal dengan inovasi konstruksi, bentuk, dan teknik pengerjaan.

Dalam ulasannya, Vogue menilai Piccioli menghadapi tantangan untuk menemukan titik temu antara warisan monumental Cristóbal Balenciaga dan identitas streetwear serta budaya populer yang dibangun Demna. Meski begitu, sejumlah desain eveningwear dalam koleksi Spring/Summer 2027 memperlihatkan bagaimana Piccioli mulai memperkuat identitas kreatifnya sendiri di rumah mode tersebut.

 

Babak Singkat yang Meninggalkan Jejak

Pierpaolo Piccioli tinggalkan bangku direktur kreatif Balenciaga setelah 16 bulan (dok. Balenciaga)

Kepergian Pierpaolo Piccioli setelah sekitar 16 bulan di Balenciaga menjadi salah satu perubahan kepemimpinan kreatif yang menarik perhatian industri fashion pada 2026. Masa jabatannya mungkin terbilang singkat, tetapi ia telah membawa perspektif berbeda terhadap rumah mode yang selama ini dikenal dengan pendekatan avant-garde dan streetwear.

Piccioli mencoba mengembalikan couture, craftsmanship, dan keindahan romantis sebagai bagian dari identitas Balenciaga, tanpa sepenuhnya meninggalkan elemen kontemporer yang telah dibangun sebelumnya.

Perjalanannya di Balenciaga sekaligus memperlihatkan tantangan yang dihadapi creative director masa kini: membangun identitas desain baru, menghormati sejarah sebuah rumah mode, sekaligus menjawab tuntutan bisnis luxury fashion yang semakin dinamis.

Kini, setelah meninggalkan Balenciaga, perjalanan kreatif Pierpaolo Piccioli menjadi salah satu kisah yang menarik untuk terus diikuti. Dengan reputasi panjang sebagai couturier yang mampu menggabungkan tradisi, emosi, dan inovasi, dunia fashion masih menantikan babak berikutnya dari desainer yang selama bertahun-tahun berhasil membentuk wajah modern Valentino tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya