Cuma Terjadi Dua Kali Setahun, Sinar Matahari Masuk Kuil Ramses II

Fenomena ini mendapatkan antusias luar biasa dari turis di seluruh dunia.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 24 Oktober 2026, 19:30 WIB
Bagian Dalam Kuil Ramses II, Mesir (AP/Mohammed Salah)

Liputan6.com, Kairo - Ratusan turis mancanegara dan warga setempat berkumpul pada Kamis saat fajar di sebuah kuil di selatan Mesir, bahkan beberapa di antaranya bahkan bermalam di luar kuil untuk menyaksikan fenomena matahari yang sudah terjadi di tempat itu selama ribuan tahun.

Dikutip dari AP News, Sabtu (24/10/2026), dua kali dalam setahun pada 22 Oktober dan 22 Februari, tanggal-tanggal yang diyakini menandai Ramses II naik takhta sekaligus hari kelahirannya, sinar matahari masuk ke ruang dalam yang gelap di Kuil Agung Ramses II untuk menerangi patung-patung firaun dan dua dewa di sisinya.

Cahaya yang tembus tersebut, yang terjadi karena posisi kuil yang sejajar dengan matahari, berlangsung sekitar 20 menit.

"Seperti yang bisa Anda lihat, hari ini adalah hari yang spesial. Ini adalah perayaan sekaligus hari libur bersejarah," tutur pemandu wisata lokal untuk wisatawan Italia Hisham Khela kepada The Associated Press.

Para penggemar egiptologi dan pengunjung lainnya berdiri dalam antrian satu baris yang berantakan sambil memegang kamera ponsel di tangan, sebagian membawa tongkat selfie, dan kebanyakan terlihat lelah dengan lingkaran hitam di bawah mata mereka karena harus bangun saat pagi.

Walaupun kerumunan yang datang sangat besar, mereka terlihat kecil di samping patung-patung raksasa yang berjejer di sepanjang kuil yang menghadap ke Sungai Nil.

Untuk merayakan fenomena tersebut, para penari yang memakai kostum warna-warni yang menyebar di depan kuil tersenyum dan menari dengan kompak diiringi dentingan lonceng yang menenangkan, dentuman tabla, dan suara khas mizmars, sebuah terompet Mesir Kuno.

 

Kesan Pengunjung

Pengunjung Memadati Kuil Ramses II, Mesir (AP/Mohammed Salah)

Menurut Institut Penelitian Nasional Astronomi dan Geofisika, di dalam kuil, para pengunjung berkerumun padat dalam kegelapan yang hampir total di depan patung-patung Ramses II dan dewa Amu-Ra dan Ra-Horakhty, yang diterangi oleh sinar matahri yang menembus sejauh sekitar 60 meter ke dalam kuil.

Bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung, sejarah kuno menciptakan sebuah kenangan modern.

Seorang pengunjung asal Atlanta Janice Souudi berkata ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi Mesir dan tidak akan menjadi yang terakhir kali.

"Saya datang ke sini hari ini untuk melihat patung-patung raksasa di kuil ini dan begitu terpeliharanya bangunan ini. Tapi yang membuat saya sangat terkesan adalah warna-warna pada ukiran, hieroglif, dan berbagai gambarnya," tuturnya. "Indah, menakjubkan, dan sepadan!"

Pada tahun 1960-an, para arkeolog melaksanakan proyek besar-besaran untuk membongkar dan memindahkan kuil tersebut agar terhindar dari genangan air yang diakibatkan oleh Bendungan Tinggi Aswan.

Para insinyur bekerja keras untuk mempertahankan posisi kuil agar tetap lurus dengan matahari. Sehingga, lebih dari 3.000 tahun setelah dibangun, sinar matahari masih bisa tembus ke dalam kuil.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya