Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan Senin (19/10/2026). Pada Jumat pekan lalu, IHSG dibuka anjlok hingga sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka melemah ke posisi 4.961,87 dari penutupan Jumat kemarin di angka 5.185,10. Pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih tertekan dengan turun 4,84 persen menjadi 4.934,16.
Advertisement
Hingga pukul 09.08 WIB, IHSG tercatat masih melemah 4,67 persen ke posisi 4.945,11. Indeks saham LQ45 juga ikut terkoreksi 5,42 persen ke level 480. Seluruh indeks saham acuan pun kompak parkir di zona merah.
Pada awal sesi perdagangan ini, IHSG bergerak di rentang level tertinggi 4.974,65 dan level terendah 4.925,32.
Sebanyak 701 saham melemah sehingga menekan pergerakan IHSG. Sementara itu, 47 saham menguat dan 33 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 211.103 kali dengan volume transaksi sebesar 3,7 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 3,9 triliun. Adapun nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 18.015.
Seluruh sektor saham kompak berada di zona merah. Sektor bahan baku (basic materials) mengalami penurunan paling dalam sebesar 6,09 persen, disusul sektor infrastruktur yang melemah 5,41 persen.
Prediksi IHSG Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (19/10/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.021-5.120. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG merosot 11,57% ke 5.185, dan disertai dengan ada peningkatan tekanan jual pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada timeframe weekly, IHSG merosot 14,91%.
"Dengan tertembusnya support krusial di 5.317, posisi IHSG sedang membentuk wave [v] pada worst case skenarionya,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Hal itu menurut Herditya, IHSG masih rawan koreksi untuk menguji 5.021-5.120 dahulu dan kemungkinan menguat ke 5.397-5.514. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.063,4.962 dan level resistance 5.318,5.607.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Astra International (ASII) - Trading Buy
Saham ASII terkoreksi agresif sebesar 12,34% ke 4.190 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual.
“Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c],” ujar Herditya.
Trading Buy: 4.000-4.160
Target Price: 4.320, 4.420
Stoploss: below 3.920
2.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness
Saham INCO terkoreksi agresif 14,81% ke 3.450 disertai dengan peningkatan volume. “Kami memperkirakan, posisi INCO saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave A,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 3.270-3.450
Target Price: 3.840, 4.190
Stoploss: below 3.130
3.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness
Saham TLKM terkoreksi 14,80% ke 1.900 dan disertai dengan volume yang relatif besar. “Saat ini, kami memperkirakan posisi TLKM sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave Y,” ujar dia.
Buy on Weakness: 1.775-1.840
Target Price: 1.980, 2.100
Stoploss: below 1.730