MSCI Ungkap Kondisi Indeks MSCI Indonesia: Kapitalisasi Pasar Turun 55%, Bobot Saham 0,43%

MSCI memaparkan kapitalisasi pasar saham Indonesia telah turun 55% menjadi US$ 53,25 miliar per 30 September 2026.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 16:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan mulai konsultasi reklasifikasi status pasar saham Indonesia. Pada paparan proposal MSCI itu disebutkan potensi reklasifikasi status pasar saham Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market.

Mengutip proposal MSCI, Minggu (18/10/2026), MSCI memaparkan latar belakang dimulainya konsultasi itu, antara lain:

1.Sejak Januari 2026, MSCI telah menerapkan pembekuan terhadap perubahan tertentu yang terkait dengan indeks untuk sekuritas Indonesia, baik yang diakibatkan oleh tinjauan indeks (Indeks Review) maupun aksi korporasi. Pembekuan ini mencakup peningkatan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) atau penentuan porsi saham suatu perusahaan yang benar tersedia dan dapat diperdagangkan oleh investor asing, jumlah saham atau Number of Share (NOS), penambahan konstituen ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI) serta perpindahan ke atas antar indeks segmen ukuran perusahaan.

2. Sebagai bagian dari MSCI 2026 Market Classification Review, MSCI melaporkan pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran yang signifikan terkait aspek investability atau kelayakan investasi di pasar saham Indonesia. Kekhawatiran itu mencakup kurangnya transparansi yang berkelanjutan dalam struktur kepemilikan saham serta adanya dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

3.Otoritas Indonesia telah mengumumkan sejumlah reformasi, antara lain peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau high shareholding concentration/HSC, serta peta jalan menuju persyaratan free float minimal 15%.

4.Pelaku pasar mengindikasikan hingga saat ini, belum terlihat kemajuan yang memadai dan konsisten di seluruh pasar saham Indonesia. Kekhawatiran mendasar masih tetap ada terkait disfungsi pasar, termasuk masih ada dugaan praktik perdagangan terkoordinasi serta kurangnya bukti penegakan aturan yang berarti.

 

 

Kapitalisasi Pasar dan Bobot Saham Indonesia di MSCI

MSCI mengusulkan untuk mengubah klasifikasi indeks MSCI Indonesia dari status emerging market menjadi standalone market. MSCI akan tetap memberlakuan pembekuan yang sudah ada terhadap perubahan tertentu terkait indeks untuk sekuritas Indonesia baik yang diakibatkan oleh tinjauan indeks maupun peristiwa korporasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. MSCI menerima masukan hingag 30 April 2027, dan akan mengumumkan keputusan paling lambat pada 30 Juni 2027.

Dalam proposal itu juga disebutkan, sejak 1 Januari 2026, kapitalisasi pasar saham Indonesia telah turun 55%. Kapitalisasi pasar di indeks MSCI Indonesia menjadi US$ 53,25 miliar per 30 September 2026 dari 31 Desember 2025 sebesar US$ 119,14 miliar.

Bobot saham Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets juga turun menjadi 0,43% pada 30 September 2026 dari 31 Desember 2025 sebesar 1,16%. Jumlah konstituen saham juga turun menjadi sembilan dari sebelumnya 18.

Sementara itu, bobot sektor di indeks MSCI Indonesia antara lain keuangan 71,71%, energi 3,445, bahan baku 6,34%, industri 7,81%, dan layanan komunikasi 10,70%.