Pameran John Galliano untuk Met Gala 2027 Batal Usai Dikecam Komunitas Yahudi

Pameran John Galliano untuk Met Gala 2027 batal setelah menuai kritik komunitas Yahudi terkait rekam jejak antisemit dan rasis sang desainer.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 01 September 2026, 08:00 WIB
Perancang busana asal Inggris John Galliano menghadiri Konferensi Forces of Fashion Vogue di Milk Studios di New York City, pada 12 Oktober 2017. (Dok: Dimitrios Kambouris/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Met Gala 2027 tidak lagi akan dibuka dengan pameran yang mengangkat karya desainer Inggris John Galliano. The Metropolitan Museum of Art membatalkan rencana pameran tunggal tersebut setelah menuai kecaman dari komunitas Yahudi dan sejumlah pihak terkait rekam jejak pernyataan antisemitisme dan rasis Galliano.

Museum mengumumkan pembatalan tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026. Pameran yang direncanakan dibuka bertepatan dengan penyelenggaraan Met Gala pada Mei 2027 itu akan digantikan oleh pameran lain, melansir AP, Selasa (1/9/2026).

"Setelah banyak refleksi dan diskusi dengan The Met, serta semua pihak yang terlibat, saya memutuskan dengan sangat berat hati bahwa sebaiknya pameran ini tidak berlangsung saat ini,” kata Galliano dalam pernyataan yang dirilis museum.

Ia juga menyatakan bertanggung jawab atas luka yang ditimbulkan oleh perkataannya pada masa lalu, terutama terhadap komunitas Yahudi dan Asia, serta kembali menyampaikan permintaan maaf.

Galliano sebelumnya berada di puncak karier industri fashion ketika menjabat sebagai direktur kreatif Christian Dior. Karier di rumah mode tersebut berakhir setelah rekaman video pada 2010 dan 2011 memperlihatkan dirinya melontarkan pernyataan rasis dan antisemit pada sejumlah pengunjung bar.

Ucapan Galliano kemudian memicu proses hukum di Prancis. Pengadilan menyatakan dirinya bersalah dalam kasus yang berkaitan dengan pernyataan antisemit. Salah satu rekaman memperlihatkan Galliano mengatakan dirinya mencintai Adolf Hitler.

Ia juga melontarkan pernyataan mengenai pembantaian terhadap pengunjung Yahudi dan membuat komentar menghina terhadap seorang pengunjung keturunan Asia. Galliano kemudian menjalani sejumlah upaya untuk memulihkan kariernya.

Dukungan Anna Wintour

Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour tiba di Met Gala 2025 di Metropolitan Museum of Art pada 5 Mei 2025 di New York. (Andrea RENAULT/AFP)

Rumah mode Paris Maison Margiela merekrutnya sebagai direktur kreatif pada 2014, dan ia bertahan di posisi tersebut selama sekitar satu dekade. Rencana pameran di Met akan menjadikannya desainer hidup ketiga yang memperoleh pameran tunggal di Costume Institute.

Anna Wintour, pemimpin editorial global Vogue sekaligus salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri mode, mendukung keputusan Galliano untuk mundur dari proyek tersebut. Wintour selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung Galliano.

"Keputusan John bahwa pameran yang didedikasikan untuk karyanya tidak seharusnya berlangsung saat ini sangat berani dan menunjukkan sosok dirinya," ujar Wintour.

Andrew Bolton, kurator Costume Institute, juga menyetujui pembatalan tersebut. Ia mempertimbangkan rasa sakit dan kekhawatiran yang muncul akibat rencana pameran tersebut.

 

Tak Mampu Meredam Kritik

Pertunjukan 'Chee-shie-san' karya desainer Inggris John Galliano untuk rumah mode Prancis Christian Dior (kiri) dan pertunjukan kimono serta jaket karya desainer Jepang Jotaro Saito ditampilkan selama pratinjau pers pameran 'Kimono: Kyoto to Catwalk' di Museum Victoria and Albert di pusat kota London pada tanggal 26 Februari 2020. (Dok: Daniel LEAL / AFP)

Met mengumumkan pameran Galliano pada akhir Juli dengan rencana membahas perjalanan karier dan kontroversi masa lalunya. Museum sebelumnya berdiskusi dengan sejumlah pemimpin komunitas Yahudi untuk mengantisipasi penolakan, tapi langkah tersebut tidak menghentikan kritik.

Julie Menin, Ketua Dewan Kota New York, menjadi salah satu penentang rencana tersebut. Ia beberapa kali bertemu dengan pihak museum untuk menyampaikan keberatan.

"Sejak awal, saya mengatakan bahwa saya sangat tidak setuju dengan keputusan ini, dan pada saat antisemitisme sedang meningkat, keputusan tersebut terasa seperti pukulan telak bagi komunitas Yahudi," kata Menin, putri seorang penyintas Holocaust.

Menin menilai pembatalan pameran sebagai keputusan tepat karena dampaknya tidak dapat diterima. Jadwal Met Gala 2027 turut menjadi sorotan karena acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin pertama Mei, bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust.

 

Dukungan terhadap Pembatalan Pameran

Gaun (kiri) dari koleksi Haute Couture Dior Musim Semi/Musim Panas 2003 karya John Galliano dan gaun (kanan) dari koleksi Haute Couture Legend of the Dragon 2012 karya Guo Pel terlihat dalam pameran 'Madame Song: Pioneering Art and Fashion in China' di museum M+ di Hong Kong pada 26 Juli 2023. (Dok: ISAAC LAWRENCE / AFP)

Jonathan Greenblatt, CEO Anti-Defamation League, juga menyambut pembatalan tersebut. Ia sebelumnya mengkritik keputusan Met untuk memberikan penghormatan pada Galliano ketika antisemitisme tengah menjadi persoalan serius.

"Dengan antisemitisme berada pada tingkat krisis, Met menghormati John Galliano pada saat ini merupakan langkah yang keliru, dan pada akhirnya Galliano sendiri menyadari apa yang seharusnya dilakukan Met sejak awal," ujar Greenblatt dalam unggahan di X.

Rabbi David Ingber, direktur senior bidang kehidupan Yahudi di Bronfman Center at 92NY, turut memuji keputusan Galliano. Menurutnya, pengampunan atas kesalahan masa lalu tidak otomatis membuat seseorang berhak menerima setiap penghargaan.

Ingber menilai persoalan utama bukan sekadar bagaimana museum mempelajari karya Galliano. Pameran tunggal tersebut dirancang untuk menjadi bagian dari perayaan terbesar Met melalui Met Gala, sehingga berpotensi memberikan bentuk penghormatan institusional yang sangat besar kepada sang desainer.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya