Perwakilan Papua Ungkap Kriteria Ketum Baru PBNU

Abdul Kahar Yelipele dari Papua Pegunungan berharap Ketua Umum PBNU ke depan mengedepankan etika dan akhlak.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 29 Agustus 2026, 13:15 WIB
Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan, Abdul Kahar Yelipele di Gedung Serba Guna (GSG), Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Ahmad Apriyono).

 

Liputan6.com, Jakarta - Sidang pleno penetapan komisi-komisi NU masih berlangsung di Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sidang di Gedung Serba Guna Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, itu diikuti perwakilan NU dari berbagai daerah.

Abdul Kahar Yelipele, Ketua PWNU Provinsi Papua Pegunungan, saat ditemui awak Liputan6.com mengatakan, secara umum semua sudah saling sepakat dan tidak ada saling merugikan.

Meski begitu dirinya menekankan Ketua Umum PBNU yang baru harus membawa organisasi menjadi jauh lebih baik ke depan.

"Saya pikir keputusan-keputusan sidang-sidang tadi sudah menyepakati bersama. Dan diharapkan nanti tentu dengan musyawarah, tapi diharapkan itu mengedepankan etika dan akhlak yang baik," katanya.

Yelipele menambahkan, rohnya Islam itu bergantung pada akhlak yang baik, dan itu sudah diajarkan oleh para muasis, para kiai, dan para alim ulama.

"Kami sangat berharap sekali, untuk tetap melakukan mengedepankan etika," katanya.

Yelipele sendiri sebagai perwakilan NU di Papua belum menentukan ke arah mana dukungan diberikan.

"Tapi sebentar saya akan pikir," katanya.

 

Butuh Perhatian Lebih

Saat ditanya tentang kehidupan NU di tanah Papua, Yelipele mengatakan, masyarakat muslim, termasuk masyarakat NU butuh perhatian lebih, mereka butuh keberadaan NU di daerah-daerah konflik dan di daerah yang dianggap tertinggal.

"Makanya yang saya harapkan ke depan yang namanya korwil itu dia harus terjun, harus terjun ke daerah, lihat di sana, bagaimana kendalanya, bagaimana solusinya," katanya.

Yelipele merasa bersyukur hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apalagi diterima dalam payung Nahdlatul Ulama.

Bagi Yelipele hal itu menjadi keistimewaan bagi NU di Papua. "Tapi jangan dibiarkan gitu saja," katanya.

Selain korwil, Yelipele juga mengharapkan Ketua Umum PBNU nanti mau juga terjun langsung ke Papua.

Karena semua umat di Papua sangat menantikan, bukan cuma kaum muslim, umat kristen juga. Bukan tanpa sebab, karena dulu ada Gus Dur yang mengizinkan kami mengibarkan bendera Papua Bintang Kejora.

"Kami mengharapkan pengurus NU ke depan mohon untuk pembinaan jamiyah di daerah tertinggal, khususnya di Papua," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya