Liputan6.com, Gaza - Setidaknya sembilan warga Palestina, termasuk petugas kepolisian dan anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah kantor polisi di Gaza City, Gaza tengah, pada Rabu. Lebih dari 15 orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (20/8/2026), menurut sumber medis setempat, jenazah sembilan korban tewas bersama lebih dari 15 orang yang mengalami luka-luka telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa.
Advertisement
Sumber medis mengatakan serangan tersebut menambah jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di seluruh Jalur Gaza pada Rabu menjadi 10 orang. Satu korban lainnya tewas setelah sebuah serangan menghantam sepeda motor di kamp pengungsi Nuseirat.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza menyebut serangan terhadap kantor polisi tersebut sebagai “pembantaian brutal baru” yang dilakukan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut menuduh Israel berupaya “melumpuhkan kepolisian untuk menyebarkan kekacauan di dalam masyarakat Palestina”. Mereka juga menolak klaim Israel yang digunakan untuk membenarkan serangan tersebut.
Kementerian itu turut mengecam apa yang disebutnya sebagai “diamnya dunia internasional” terhadap serangkaian serangan yang menyasar kepolisian di Gaza. Mereka juga menyoroti minimnya tindakan efektif dari para mediator.
Menurut kementerian tersebut, kondisi itu telah mendorong Israel untuk melanjutkan serangan terhadap personel kepolisian.
Berdasarkan angka terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.273 warga Palestina dan melukai lebih dari 4.000 orang sejak Oktober lalu, ketika kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku.