Motor Listrik Nasional Bisa Dijual Murah, Baterai Pakai Nikel Lokal

Pengembangan motor listrik nasional makin matang berkat dukungan ekosistem baterai nikel lokal. Danantara optimistis harganya dapat dijangkau.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 13 Agustus 2026, 16:21 WIB
Peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukung, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, (13/8/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa produk motor listrik nasional (Molinas) dapat dijual dengan harga yang terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena ekosistem pendukung, seperti baterai, telah tersedia di dalam negeri.

Menurutnya, ketersediaan komponen tersebut merupakan salah satu manfaat nyata dari hilirisasi nikel menjadi baterai untuk produksi kendaraan listrik nasional. Ke depan, baterai Molinas diharapkan dapat memanfaatkan hasil produksi dalam negeri secara keseluruhan.

"Molinas ini bisa terjangkau dan berkualitas, apalagi kita bisa menjalankan hilirisasi dari nikel ini menjadi cell battery dan battery pack, sehingga dapat digunakan dalam produksi Molinas ke depannya," kata Rosan dalam acara Peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukung di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh bahan baku produksi motor listrik nasional telah tersedia di Indonesia, khususnya terkait baterai berbasis nikel yang didorong untuk digunakan pada Molinas.

"Baterai untuk listrik nasional ini akan kita dorong secara penuh untuk menggunakan nickel-based. Seperti yang kita ketahui bersama, sebanyak 46 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia," ujar Rosan.

"Kita mempunyai teknologi dan kemampuan, sehingga karya anak bangsa ini bisa terus berkembang," sambung pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM tersebut.

 

Baru Tergarap 1 Persen dari Potensi Pasar

Peluncuran motor listrik nasional

Sebelumnya, Rosan mengungkapkan potensi besar dari produksi dan penjualan motor listrik nasional di Tanah Air. Namun, dari potensi penjualan yang mencapai jutaan unit per tahun, angka yang terealisasi saat ini baru menyentuh puluhan ribu unit.

Rosan mencatat potensi peredaran motor di Indonesia mencapai 140 juta unit, dengan tingkat penjualan tahunan berkisar 6 hingga 7 juta unit. Akan tetapi, tingkat penyerapan motor listrik masih sangat jauh dari angka tersebut.

"Kalau kita lihat potensinya sekarang, Bapak Presiden, jika boleh kami laporkan, ada kurang lebih 140 juta motor di Indonesia dengan pembelian setiap tahunnya mencapai 6 sampai 7 juta unit," kata Rosan.

"Namun, yang membeli motor listrik baru sekitar 60 sampai 70 ribu unit, jadi baru sekitar 1 persen," imbuhnya.

 

Peluang Melonjak Hingga US$ 170 Miliar

Melihat data tersebut, Rosan menuturkan adanya peluang lonjakan penjualan motor listrik secara signifikan pada masa mendatang, terlebih dengan potensi nilai pasar (market size) yang ditaksir mencapai US$ 170 miliar.

"Jadi, kalau kami lihat potensi ke depannya, pertumbuhan (upside) ini bisa terjadi secara eksponensial. Oleh sebab itu, kami melihat market size-nya bisa mencapai kurang lebih US$ 170 miliar," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya