ETF Emas Jadi Instrumen Baru Pasar Modal

Direktur Utama KSEI Syamsul Hidayat menuturkan, seluruh proses pembentukan ETM emas berlangsung dalam satu ekosistem

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 10 Agustus 2026, 09:53 WIB
Direktur Utama KSEI Syamsul Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai peluncuran exchange traded fund (ETF) emas menjadi tonggak baru dalam transformasi pasar modal Indonesia. Produk tersebut diharapkan memperluas pilihan investasi sekaligus memperkuat integrasi pasar modal dengan ekosistem bullion nasional.

Direktur Utama KSEI Syamsul Hidayat mengatakan, ETF emas menghadirkan alternatif instrumen investasi bagi investor pasar modal Indonesia. Menurut dia, produk tersebut juga dapat mendorong pendalaman pasar keuangan nasional.

"ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” kata Syamsul dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).

Syamsul menjelaskan, pengembangan ETF emas merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer participant, bullion bank, dan pelaku industri pasar modal.

Dalam ekosistem tersebut, emas fisik menjadi aset dasar ETF. Kepemilikan emas kemudian direpresentasikan secara elektronik melalui Electronic Gold Receipt (EGR) yang dicatat di KSEI sebelum unit penyertaan ETF emas diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem, mulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan EGR di KSEI, hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di Bursa Efek Indonesia," ujar dia.

Syamsul mengatakan, peluncuran ETF emas menjadi bagian dari transformasi pasar modal yang terus berkembang sejak pengaktifan kembali pasar modal pada 10 Agustus 1977.

Ia berharap inovasi tersebut dapat memperkuat pasar modal sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Peluncuran ETF emas hari ini merupakan simbol harapan pada masa keemasan pasar modal Indonesia untuk dapat berkontribusi menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” tutur Syamsul.

ETF Emas Bersiap Meluncur Semester II 2026, Ada 7 Pihak Terlibat

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Sebelumnya, produk investasi Exchange Traded Fund (ETF) emas bersiap hadir di pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) mendukung industri pengelolaan investasi untuk merealisasikan penerbitan produk tersebut.

Pada tahap awal semester II 2026, peluncuran ETF emas direncanakan melibatkan sekitar 5-7 pihak. Jumlah tersebut mempertimbangkan kesiapan masing-masing pihak yang akan terlibat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan proses penerbitan ETF emas tetap harus memperhatikan regulasi dan perlindungan terhadap investor.

"Terkait dengan penerbitan ETF Emas, OJK bersama SRO mendukung seluruh stakeholder di industri pengelolaan investasi untuk berupaya merealisasikan penerbitan produk ini," kata Hasan dalam jawaban tertulis Konferensi Pers RDKB Juli 2026, dikutip Kamis (30/7/2026).

"Atas hal ini, tentunya proses penerbitan akan memperhatikan aspek pemenuhan regulasi dan perlindungan investor," lanjut dia.

Sebelumnya, jumlah Manajer Investasi (MI) yang disebut akan ikut serta dalam penerbitan ETF emas sempat mencapai sembilan, kemudian diperbarui menjadi tujuh pihak.

 

 

Tahap Awal Libatkan 5-7 Pihak

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Hasan menjelaskan, peluncuran pada tahap awal akan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan operasional setiap pihak terkait.

"Berkaitan dengan jumlah Manajer Investasi yang ikut serta, di tahap awal Semester 2-2026 peluncuran direncanakan 5-7 pihak," ujar Hasan.

"Hal ini tentu memperhatikan kesiapan dari para pihak baik dalam kaitannya dengan infrastruktur dan operasional dari setiap pihak yang terkait," ia menambahkan.

Jumlah peserta juga berpeluang bertambah setelah produk ETF emas mulai berkembang di pasar modal Indonesia.

"Ke depannya, tentu akan lebih banyak lagi Manajer Investasi yang berpartisipasi dalam penerbitan ETF Emas di Indonesia," kata Hasan.

Meski demikian, OJK belum menyebut tanggal spesifik peluncuran ETF emas. OJK baru menyatakan tahap awal peluncuran direncanakan pada semester II 2026 dengan melibatkan 5-7 pihak.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya