Data BPS: Kereta Panen Penumpang, Pesawat Domestik Masih Turbulensi

BPS: Jumlah penumpang penerbangan domestik Juni 2026 anjlok 6,12%, di saat moda transportasi lain kompak naik.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 03 Agustus 2026, 17:50 WIB
Pesawat maskapai Lion Air terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang seluruh moda transportasi meningkat pada Juni 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di tengah kenaikan tersebut, angkutan udara domestik justru menjadi satu-satunya moda yang mengalami penurunan jumlah penumpang secara tahunan.

BPS melaporkan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juni 2026 turun 6,12% dibandingkan Juni 2025. Sebaliknya, moda transportasi lainnya mencatat pertumbuhan jumlah penumpang secara tahunan.

"Pada Juni 2026, secara bulanan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi. Namun, secara tahunan hanya angkutan udara domestik yang mengalami penurunan, yaitu sebesar 6,12%,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Kantor BPS, Senin (3/8/2026). 

Pada angkutan barang, BPS mencatat kereta api menjadi moda yang mencatat pertumbuhan baik secara bulanan maupun tahunan. Jumlah angkutan barang dengan kereta meningkat 2,49% dibandingkan Mei 2026 dan naik 7,97% dibandingkan Juni tahun lalu.

Sementara itu, angkutan barang melalui laut domestik turun secara bulanan, tetapi masih tumbuh 6,71% secara tahunan. Sebaliknya, angkutan barang melalui udara domestik mengalami penurunan baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun dibandingkan Juni 2025.

 "Secara tahunan, peningkatan jumlah angkutan barang terjadi pada moda angkutan laut domestik dan angkutan kereta, masing-masing meningkat 6,71% dan 7,97%," ujar Ateng.

BPS menilai pergerakan transportasi pada Juni 2026 menunjukkan aktivitas mobilitas masyarakat masih meningkat, meski kinerja angkutan udara domestik belum kembali tumbuh seperti moda transportasi lainnya.

Turis Asing Rata-Rata Menginap 10 Malam di Indonesia

Ilustrasi wisatawan mancanegara (turis asing) yang berkunjung ke Indonesia. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisatawan mancanegara (wisman) rata-rata menghabiskan waktu 10,30 malam selama berkunjung ke Indonesia pada triwulan II-2026. Meski durasi menginap sedikit lebih singkat dibandingkan triwulan sebelumnya, rata-rata pengeluaran turis asing tetap stabil di angka US$ 1.285 atau kurang lebih Rp 23 juta (estimasu kurs Rp 17.989 per dolar AS) per kunjungan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, melaporkan bahwa sebagian besar pengeluaran wisatawan asing masih didominasi oleh akomodasi sebesar 37,21%, diikuti makanan dan minuman 19,81%, serta belanja dan cenderamata 11,04%. Pada saat yang sama, proporsi belanja untuk hiburan, sewa kendaraan, dan penerbangan domestik mengalami peningkatan.

“Rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan II-2026 yaitu 10,3 malam. Berdasarkan jenis pengeluarannya, proporsi terbesar masih dialokasikan untuk akomodasi sebesar 37,21%,” kata Ateng di Kantor BPS, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, peningkatan proporsi pengeluaran turis asing juga terlihat pada sektor hiburan, sewa kendaraan, hingga transportasi udara domestik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya