Turis Asing Rata-Rata Menginap 10 Malam di Indonesia, Habiskan Rp 23 Juta

BPS mencatat rata-rata pengeluaran wisman di Indonesia US$ 1.285 per kunjungan pada triwulan II-2026, dengan alokasi terbesar masih diserap oleh akomodasi.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 03 Agustus 2026, 16:50 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara (turis asing) yang berkunjung ke Indonesia. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wisatawan mancanegara (wisman) rata-rata menghabiskan waktu 10,30 malam selama berkunjung ke Indonesia pada triwulan II-2026. Meski durasi menginap sedikit lebih singkat dibandingkan triwulan sebelumnya, rata-rata pengeluaran turis asing tetap stabil di angka US$ 1.285 atau kurang lebih Rp 23 juta (estimasu kurs Rp 17.989 per dolar AS) per kunjungan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, melaporkan bahwa sebagian besar pengeluaran wisatawan asing masih didominasi oleh akomodasi sebesar 37,21%, diikuti makanan dan minuman 19,81%, serta belanja dan cenderamata 11,04%. Pada saat yang sama, proporsi belanja untuk hiburan, sewa kendaraan, dan penerbangan domestik mengalami peningkatan.

“Rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan II-2026 yaitu 10,3 malam. Berdasarkan jenis pengeluarannya, proporsi terbesar masih dialokasikan untuk akomodasi sebesar 37,21%,” kata Ateng di Kantor BPS, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, peningkatan proporsi pengeluaran turis asing juga terlihat pada sektor hiburan, sewa kendaraan, hingga transportasi udara domestik.

Kinerja Wisman dan Pergerakan Wisnus Rekor Tertinggi

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan, naik 0,32% dibandingkan Mei 2026, meski turun 2,15% jika dibandingkan Juni 2025. Sepanjang Januari–Juni 2026, total kunjungan wisman menyentuh 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS menyebut capaian tersebut menjadi angka kunjungan wisman semester pertama tertinggi sejak 2020. Wisatawan pemegang paspor Malaysia mendominasi kunjungan dengan porsi 18,66%, disusul Singapura 12,25%, dan Australia 12,08%. Sementara itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap menjadi pintu masuk utama, khususnya bagi wisatawan asal Australia.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) mencatatkan 107,19 juta perjalanan pada Juni 2026, naik 0,97% dari bulan sebelumnya. Secara kumulatif, perjalanan wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan sepanjang Januari–Juni 2026 atau tumbuh 2,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak 2019.

Prabowo Sebut Tak Ada Wisatawan Mau Datang ke Kota Jorok

Presiden Prabowo Subianto dalam Pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Liputan6.com/Arief)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap kota yang jorok tidak bisa mendatangkan wisatawan. Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi. Dia menjelaskan, aspek kebersihan lingkungan perlu menjadi perhatian. Ini juga penting pada konteks estetika alam untuk bisa menarik wisatawan.

"Selain kebersihan kita juga perlu hidup dalam alam yang indah, estetikanya. Karena ini adalah salah satu upaya daya tarik untuk pariwisata. Pariwisata adalah pencipta lapangan kerja yang sangat besar," kata Prabowo dalam Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar di Batang, Jawa Tengah, mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026).

Dia mengatakan, wisatawan tidak akan mau pergi ke kota-kota yang tidak memperhatikan kebersihannya. Baik lingkungannya, maupun sungai-sungai di kota tersebut.

"Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok, dia tidak akan datang ke pantai penuh plastik dan sampah, dia tidak mau datang melihat sungai-sungai dan kali-kali yang penuh dengan sampah," tegasnya.

"Selain tidak sehat untuk kita, tidak bagus untuk harga diri kita. Kita harus bertekad membersihkan semua kota kita, membersihkan semua kali kita, membersihkan semua sungai kita," imbuh Kepala Negara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya