Anak Krakatau Masih Bergejolak, Radius Bahaya 3 Km

Gunung Anak Krakatau masih terus erupsi hingga hari ini, Rabu (8/7/2026). Terbaru pukul 09.35 WIB dengan kolom abu 200 meter.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 08 Juli 2026, 09:40 WIB
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati mencapai 250 meter di atas puncak, atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut, Rabu (8/7/2026), pukul 07.11 WIB. (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau masih terus bergejolak. Hari ini, Rabu (8/7/2026), gunung di Selat Sunda itu kembali erupsi pada pukul 07.11 WIB. Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencan Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan teramati mencapai 250 meter di atas puncak, atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi 31 detik.

Kemudian pada pukul 09:35 WIB, kembali erupsi dengan kolom abu 200 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 27 detik.

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Rio Situmorang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 km dari pusat kawah aktif.

Berdasarkan hasil pantauan periode Rabu (8/7/2026), per pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami sebanyak 2 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 24.4-26.1 mm, dan lama gempa 40-44 detik, kemudian 2 kali Harmonik dengan amplitudo 7-13.7 mm, dan lama gempa 103-647 detik, lalu 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 41.3 mm, S-P 4.8 detik dan lama gempa 64 detik, serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm.

Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga hari ini, Rabu (8/7/2026) pukul 09.19 WIB masih berstatus Siaga (Level III).

Aktivitas Wisata Masih Aman

Meski masih bergejolak, Pemkab Serang Banten dan PVMBG menjamin wisata pantai di kawasan Anyer dan Cinangka masih aman untuk dikunjungi pada masa libur sekolah.

"Kondisi Gunung Anak Krakatau melandai dan dinyatakan aman. Kami mengajak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, untuk tidak khawatir menghabiskan libur sekolah bersama keluarga di pesisir Serang," kata Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas.

Wabup Najib juga meluruskan bahwa video yang beredar di media sosial memperlihatkan seolah-olah Gunung Anak Krakatau dalam kondisi erupsi besar adalah hoaks atau hasil suntingan yang tidak benar.

"Kami telah meninjau langsung Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau PVMBG di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, bahwa video yang beredar tersebut tidak benar," paparnya.

Jaminan keamanan dari Pemkab Serang tersebut didukung penuh oleh pemantauan dari PVMBG. Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK) Deny Mardiono menjelaskan bahwa meskipun tremor masih terekam, potensi bahaya sangat jauh dari kawasan wisata.

"Radius bahaya berada dalam jarak tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara untuk Pantai Anyer, Cinangka, dan Carita itu jaraknya kurang lebih 42 kilometer. Jadi material vulkanik tidak akan sampai ke sana," ucap Deny.

Terkait sebaran abu vulkanik, Deny menyebut hal itu bergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan visual CCTV, saat ini hanya terlihat kepulan asap putih setinggi lima hingga 10 meter. Ia juga menegaskan Badan Geologi telah mengeluarkan surat resmi untuk membantah hoaks erupsi yang beredar.

Pihak PVMBG memastikan akan terus memantau dan memperbarui laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau setiap enam jam. Pelaku pariwisata dan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mandiri melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs web resmi PVMBG.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu bohong, dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun BPBD agar informasi yang diterima benar dan akurat," ujar Deny.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya