Liputan6.com, Jakarta - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 2,68 triliun. Dividen yang dibagikan itu setara Rp 42,64 per saham.
Perseroan membagikan dividen sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 30 Juni 2026. Selain itu, perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 8,95 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 19,09 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 46,75 triliun.
Advertisement
Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 30 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juli 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 Juli 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 10 Juli 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 13 Juli 2026
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 10 Juli 2026, waktu: 16.00
- Tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 pada 31 Juli 2026
Mengutip data RTI, harga saham NCKL pada Senin, 6 Juli 2026 saat dipantau pukul 09.58 WIB, harga saham NCKL melemah 1,16% menjadi Rp 850 per saham. Harga saham NCKL dibuka naik lima poin menjadi Rp 865 per saham. Saham NCKL berada di level tertinggi Rp 870 dan terendah Rp 845 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.316 kali dengan volume perdagangan saham 165.698 saham. Nilai transaksi Rp 14,2 miliar.
Penutupan IHSG pada 3 Juli 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (3/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 2,28% menjadi 5.875,78. Indeks saham LQ45 bertambah 2,88% menjadi 581,78. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.899,30 dan level terendah 5.805,92. Sebanyak 494 saham menguat sehingga angkat IHSG. 154 saham melemah dan 139 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.382.472 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.951.
Sektor Saham
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham industri bertambah 3,61%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 3,24% dan sektor saham infrastruktur bertambah 2,24%.
Sementara itu, sektor saham energi menanjak 1,56%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,49%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,83%, dan sektor saham kesehatan melompat 1,01%.
Lalu sektor saham keuangan bertambah 1,37%, sektor saham properti menanjak 1,94%, sektor saham teknologi melambung 1,76% dan sektor saham transportasi terbang 1,65%.