Terungkap Dugaan Motif di Balik Aksi Pelemparan Molotov di Koja

Bom molotov menggegerkan warga Koja, Jakarta Utara. Seorang pengendara wanita terjatuh dan motornya terbakar.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 23 Juni 2026, 13:14 WIB
Barang bukti bom molotov yang diamankan pihak kepolisian. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta - Aksi pelemparan bom molotov menggegerkan warga Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Kini pelakunya diburu.

Dalam rekaman CCTV, terlihat sejumlah warga sedang duduk di depan rumah. Tak lama kemudian, sepeda motor melintas. Sesaat setelah itu, sebuah bom molotov dilempar ke arah warga berkumpul.

Akibat kejadian itu, seorang perempuan yang sedang melintas menggunakan sepeda motor sempat terjatuh. Dashboard motornya terbakar.

Kejadian itu pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

“Saat kejadian korban seorang perempuan sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar, kemudian terkena dampak pelemparan tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar,” kata Budi, Selasa (23/6/2026).

Hasil penyelidikan awal dan rekaman CCTV, polisi menduga pelaku datang berjumlah sekitar empat orang. Namun, hanya satu orang yang diduga melempar botol molotov.

Polsek Koja telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan rekaman CCTV serta pecahan botol yang diduga molotov, dan mengarahkan korban membuat laporan polisi.

“Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk mendalami motif kejadian,” ujar Budi.

Sementara itu, Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengungkapkan pelaku pelemparan telah teridentifikasi. Polisi kini masih melakukan pengejaran.

“Pelaku sudah kedeteksi semua, cuma belum ditangkap,” kata Andry.

Menurut Andry, pelaku yang diduga melempar bom molotov adalah pria berinisial M. Motif sementara diduga dipicu persoalan asmara.

Andry menjelaskan, M merasa cemburu karena mantan istrinya yang berinisial R telah memiliki kekasih baru berinisial U. Sementara M sendiri telah memiliki pasangan baru.

Rasa cemburu itu diduga dilampiaskan kepada keluarga U. Target pelemparan, kata Andry, adalah K, paman dari U.

“Yang dilempar itu K. Padahal K tidak ada hubungan apa-apa dengan pelaku. Tidak ada urusannya,” ujarnya.

 

Bukan Target

Seorang ibu dilempar molotov oleh pria tak dikenal. @jakarta.trending

Sebelum melempar bom molotov, pelaku datang ke depan rumah sambil berteriak. Botol molotov kemudian dilempar ke arah K, namun tidak mengenai sasaran.

Saat botol jatuh di jalan, seorang perempuan yang sedang melintas dengan sepeda motor ikut terdampak. Polisi memastikan perempuan tersebut bukan target pelaku.

“Dia bukan dilempar. Pelaku ingin melempar K, cuma tidak kena. Pas botol jatuh, ibu itu sedang lewat,” kata Andry.

Dia juga menegaskan tidak ada warga yang terkena lemparan maupun kobaran api secara langsung.

“Enggak ada yang kena. Motornya saja yang rusak karena terjatuh,” ujarnya.

Dia menyebut pelaku datang bersama sekitar tiga rekannya. Meski demikian, pelemparan diduga hanya dilakukan oleh M.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya