Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak perkasa pada awal sesi perdagangan saham Senin, (15/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah bursa saham Asia yang melejit dan seluruh sektor saham menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik 1,8% menjadi 6.118,72 dari penutupan sebelumnya 6.007. IHSG pun masih bertahan di hijau. Saat dipantau pukul 09.02 WIB, IHSG naik 2,9% menjadi 6.183. Indeks saham LQ45 melesat 3,45% menjadi 617,33. Seluruh indeks saham acuan menguat. Kenaikan IHSG masih terus berlanjut. Pada pantauan pukul 09.07 WIB, IHSG naik 3,27% menjadi 6.204.
Advertisement
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.187,17 dan terendah 6.118,07. Sebanyak 515 saham menguat sehingga angkat IHSG. 72 saham melemah dan 113 saham diam di tempat. Totral frekuensi perdagangan saham 163.853 kali dengan volume perdagangan saham 2,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.767.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 2,79%, sektor saham basic mendaki 5,7%, sektor saham industri bertambah 3,06%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,66%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal menguat 2,38%, sektor saham Kesehatan menanjak 1,57%, sektor saham Keuangan bertambah 1,62%. Lalu sektor saham properti mendaki 1,94%, sektor saham teknologi melesat 0,88%, sektor saham infrastruktur mendaki 3,12% dan sektor saham transportasi melompat 3,05%.
Awal pekan ini, harga saham BMRI melonjak 4,29% menjadi Rp 4.370 per saham. Harga saham BMRI dibuka naik 100 poin menjadi Rp 4.300 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.380 dan terendah Rp 4.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.876 kali dengan volume perdagangan saham 415.089 saham. Nilai transaksi Rp 182,3 miliar.
Prediksi IHSG
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Senin, 15 Juni 2026, IHSG hari ini akan menguji 6.106-6.140. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG naik 2,07% menjadi 6.007 dan disertai dengan dengan munculnya volume pembelian pada Jumat, 12 Juni 2026. Sementara itu, pada timeframe weekly, IHSG naik 7,38%.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.106-6.140 sekaligus moving average-MA20," ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Rekomendasi Saham
Ia menuturkan, pelaku pasar tetap mencermati akan ada koreksi IHSG ke level area 5.962-6.021. Ia mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 5.594,5.344 dan level resistance 6.065,6.286.
Selama sepekan ini, ia menuturkan, pihaknya mencermati masih ada peluang IHSG menguat terbatas dengan support di 5.825 dan resistance di 6.112. "Di mana dari sisi sentimen rilis Fed Rate yang diperkirakan masih higher for longer, rilis BI Rate yang secara konsensus naik di 6%, dan juga investor masih mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah," ujar Herditya.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.740-6.100.
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Sedangkan Herditya memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Trading Buy
Saham HMSP menguat 1,68% ke 605 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. "Selama HMSP masih mampu bergerak di atas 580 sebagai stoplossnya, maka posisi HMSP saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (iv) dari wave [c]," ujar dia.
Trading Buy: 590-600
Target Price: 650, 670
Stoploss: below 580
2.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
Saham INDY menguat signifikan sebesar 18,32% ke 2.260 dan disertai dengan tingginya volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA20. "Kami memperkirakan, posisi INDY saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C," ujar dia.
Buy on Weakness: 2.130-2.260
Target Price: 2.560, 2.810
Stoploss: below 2.040
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Buy on Weakness
Saham NCKL menguat signifikan sebesar 13,38% ke 890 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. Herditya menuturkan, saat ini, posisi NCKL diperkirakan berada pada bagian dari wave (1) dari wave [C].
Buy on Weakness: 835-865
Target Price: 930, 990
Stoploss: below 820
4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness
Saham UNVR menguat 1,83% ke 1.665 dan masih didominasi oleh volume pembelian. "Kami memperkirakan, posisi UNVR saat ini masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B)," ujar dia.
Buy on Weakness: 1.380-1.500
Target Price: 1.780, 2.020
Stoploss: below 1.340
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.