Partai Demokrat Membentuk Tim Sukses

Rapimnas sengaja diselenggarakan di Surabaya, agar lebih dekat dengan ulama dan supaya SBY direstui menjadi presiden. Budhisantoso berharap mendapat kejutan dalam pemilihan presiden nanti seperti Pemilu 5 Mei.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Mei 2004, 14:53 WIB
Liputan6.com, Surabaya: Partai Demokrat menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (7/5) siang. Rapimnas ini dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Pusat dan 32 Dewan Pimpinan Daerah seluruh Indonesia. Rencananya, pertemuan tersebut secara resmi menjadi ajang pengukuhan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat. Menurut Ketua Umum Partai Demokrat S. Budhisantoso, agenda utama rapimnas adalah untuk melihat kesiapan SBY--sebutan buat Yudhoyono--dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden mendatang.

Budhisantoso menambahkan, Surabaya sengaja dipilih sebagai lokasi rapimnas. Alasannya, basis terbesar Partai Demokrat ada di Kota Pahlawan. Selain itu, agar calon anggota legislatif dari partai berlambang bintang merah ini juga lebih dekat dengan para ulama dan SBY direstui melangkah ke kursi kepresiden. Dia juga berpendapat adanya berbagai kalangan yang menentang calon presiden dari kalangan militer tidak beralasan. Pasalnya, selama ini Yudhoyono lebih menunjukkan pandangannya sebagai seorang negarawan.

Sejauh ini Partai Demokrat telah menyiapkan Tim Sukses untuk Pemilihan Umum Eksekutif 5 Juli mendatang di 32 daerah. Namun demikian, ia berharap mendapat kejutan seperti pada pemilihan sebelumnya, saat Partai Demokrat berhasil lolos Electoral Threshold. Tapi, ketika ditanya mengenai agenda lain yang akan dibicarakan dalam rapimnas nanti, ia menolak menjawab. "Kalau saya mengumumkan, saya mendahului rapat pleno dong," kata Budhisantoso seraya tersenyum.

Seperti diketahui, duet SBY-Jusuf dipastikan setelah Jusuf Kalla menyatakan mundur dari Konvensi Partai Golkar. Usai menggandeng resmi Jusuf, Yudhoyono menyatakan bahwa mereka memiliki kesamaan komitmen. SBY juga menilai, mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu bisa diajak kerja sama [baca: Yudhoyono Cocok dengan Jusuf Kalla].(DNP/Winanto Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya