Ayo Ramai-ramai Periksakan Balita ke Posyandu!

Kecenderungan cakupan kunjugan balita ke posyandu (D/S) di Indonesia, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 05 Des 2013, 14:53 WIB
Kecenderungan cakupan kunjugan balita ke posyandu (D/S) di Indonesia, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Itu terlihat dari data yang dilansir oleh Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012.

Pada tahun 2009 jumlah D/S sebanyak 63,9 persen dan pada tahun 2012 D/S ini mencapai 75,1 persen. Dengan presentase yang terus mengalami peningkatan, diharapkan pada tahun 2013 ini angkanya pun lebih dari itu.

"Diharapkan pada 2013 ini jumlah D/S-nya mencapai 80 persen," kata Sekretaris Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Kuwat Sri Handoyo, dalam diskusi bertema 'Kinerja Program Gizi dan Kesehatan Ibu Anak' di Ruang Maharmardjono Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12/2013)

Lebih lanjut dia menuturkan, sebetulnya posyandu ini merupakan pintu masuk dari program-program pelayanan yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Sebab, ketika seorang ibu membawa anaknya ke posyandu, keduanya akan mendapatkan pelayanan yang sebaik-baiknya.

Namun bila dilihat dari data yang ada, lanjut dr. Kuwat, itu berarti masih ada 25 persen balita di Indonesia yang belum melakukan penimbangan secara teratur. Dan jelas, ini sangat mengkhawatirkan, terlebih untuk balita yang tinggal di pedesaan.

"Mungkin kalau di perkotaan, angka-angka ini (25 persen) ada yang pergi ke dokter spesialis. Tapi yang di pedesaan, jangan-jangan tidak pernah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan," kata dr. Kuwat menambahkan.

Angka 25 persen tersebut, diprediksi menjadi `sarang` terjadinya gizi buruk. Ini karena banyak balita tidak datang ke posyandu, dan tidak dipantau.

Untuk meningkatkan kesadaran ini, dan demi tercapainya angka yang diharapkan, maka pihaknya akan melakukan sebuah gerakan yang disebut dengan gerakan bulan penimbangan.

"Diharapkan dalam setahun ada empat kali. Ini dilakukan untuk meningkatkan D/S ini," kata dia lagi.

(Adt/Abd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya